Skip to main content

Hidup itu pilihan

Akhir-akhir ini lagi diminta membuat banyak pilihan deh.
Sebel sebenernya karena saya ini orangnya lemah :)

Serius deh seumur hidup, saya ini jarang memilih, tapi lebih terbiasa dipilih.
Haha..

Jadi ya saya tidak punya kemampuan untuk membuat pilihan.

Saya ini gampang galau kalo sudah dihadapkan pada pilihan,
Apalagi kalo sudah punya anak, makin banyak yang harus dikonsiderasi (opo iki bahasa indonesianya :p)

.....


Jadi flashback dulu ya ketika masih di jepang.

Awalnya prof. Pembimbing menawarkan posisi research assistant selepas program teacher training saya,
Jadi menurut beliau, tanpa beasiswa pun saya tetap bisa melanjutkan S3 saya di sana.
Again, ini semua adalah simbiosis mutualisme.
Prof. Butuh mahasiswa, saya butuh pekerjaan (di jepang).

Tapiii seperti yang sudah diceritakan di sini, kondisi keluarga membuat saya harus memutuskan untuk pulang.
Demi Tuhan saya ikhlas.
Ya ada sih sedih sedikit, tapi rasanya tidak adil meminta suami kembali mengalah untuk saya.


Singkat cerita, saya mulai menghubungi beberapa teman lama di indonesia, untuk mencari pekerjaan :)

Salah seorang teman menawarkan posisi tertentu di sebuah universitas ternama di jakarta.
Tanpa mikir dua kali, saya langsung jawab OK.

Tenang dong ya pulang ke indonesia dengan pekerjaan mentereng di tangan.


3 bulan menjelang kepulangan, saya kirim semua dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan employment.

She just said OK without further explanation.
Awalnya saya bingung kenapa tdk ada interview dsb,
Tapi karena saya percaya dengan teman saya ini, jadi saya ga ambil pusing.
Pikir saya ketika itu, oh mungkin nanti interviewnya ketika saya sudah di tanah air.


Seriba di tanah air, saya langsung mengontak teman saya ini, berharap mengetahui kejelasan proses rekrutmen yang sudah dibahas beberapa bulan sebelumnya.

Ternyata dia menginfokan posisi yang dimaksud sudah terisi,
Ya kaget dong saya!
Sampai berkali2 saya baca kembali catatan percakapan kami beberapa bulan sebelumnya.
Tapi ya sudahlah, mungkin memang kampus ini sedang butuh orang cepat.

Teman saya ini pun kembali menawarkan beberapa posisi lain sebagai alternatif.
Saya kembali mengiyakan.

Sudah saya bilang kan, saya ini lemah orangnya.

Kembali saya menunggu tanpa kejelasan,
Sampai akhirnya tak terasa sudah sebulan saya di serpong tanpa ada kepastian apa pun.


Akhirnya saya harus mengambil keputusan, ga bisa saya menanti2 digantung tanpa ada kejelasan seperti ini.

Akan lebih enak seandainya teman saya ini jujur menjelaskan apa yang terjadi,
Tapi saya terlalu malas untuk mengorek2 lebih dalam.



Jadi Berbekal koneksi di dunia pendidikan selama 10 tahun (eciyee), saya mendapat tawaran di beberapa tempat.

Tentu saja tetap melalui tahap interview dan demo teaching, jadi saya tidak merasa nepotisme :)))))


Sampai akhirnya minggu lalu, salah satu institusi pendidikan ini memberikan final offer dan benefit untuk saya, yang mana sayangnya waktu yang diberikan terlalu mepet dengan jadwal demo teaching di institusi lain.

Ya gitu deh.

Benar2 minggu yang bikin gundah.

Saya harus memilih.

Menerima tawaran institusi ini,
Atau bersiap demo teaching di institusi lain,
Dan interview awal di institusi yang lain lagi.


Aduhhh beneran saya sedih..


Saya tidak bisa memilih!


Mungkin orang lain bisa bilang, duile begitu doangg.. Lebay deh tya..


Tapi buat saya, ketika dihadapkan pada yang seperti ini, saya bingung.


Kalau belum punya anak, saya pasti akan gambling menjalani demo teaching di institusi idaman,
Tapiii karena berkaitan dengan anak,
Yang mana harus berpikir panjang tentang lokasi dan jam kerja,
Saya harus kembali berpijak ke realita.


Jadiii setekah berdoaaaa..
Diskusi sama suami..

Saya memilih untuk menerima tawaran pertama dan melepas institusi idaman.
Apalagi karena contact person di institusi ini sangat baik.
Iya saya sudah bilang kan saya ini lemah :)




Jujur hati kecil saya rasanya tak karuan.
Konsekuensi dari membuat pilihan ternyata begini ya :)))


Tapi ya sudah,
Saya sudah memutuskan,
Dan semoga ini yang terbaik.

Kalau memang jodoh,
Tahun depan kembali saya mengejar impian saya di tempat idaman.



Dan sekarang, saya akan memberikan yang terbaik untuk institusi yang sudah melamar saya ini.


Wish me luck! 

Comments

Popular posts from this blog

Uang Pangkal Sekolah

setelah dihitung2 ulang, ternyata investasi LM saya yang cuma 10 gr/tahun (200rb-an/bln)  harus direvisi nih....
hehehe...

kalo bertahan di angka tersebut, uangnya cuma bisa utk masuk TK,
sementara utk masuk SD setidaknya butuh 20gr/thn (400rb-an/bln)

hoshh...hoshh...

untuk masuk SMP lebih parah lagi...
makin ga kekejar kalo 'cuma' LM ternyata.
apalagi kalo AsPend n TaPend,
makin ga nyampe deh angkanya.
busetttt...

Menginap di caravan hotel - taman safari indonesia

Sekitar bulan februari (kalo ga salah) liat foto2 kak @sondangrp dkk camping rame2, kok kayaknya seru.

Trus jadi pengen.
Tapi pas liat rate nya, kok mahal! Haha..

Akhirnya diskusi sama ibu2 cabe rawit di grup dan keluarlah ide menginap di caravan ini.
Ratenya separuh dari tempat camping kak sondang, dan tempatnya masih berbentuk 'bangunan' jadi bisa semacam pemanasan sebelum anak2 camping beneran di tenda.
Untungnya jeng lia berbaik hati ngurusin dan booking jadi kita bisa dapet 3 caravan yang deketan (dan lokasinya enak!).

Fyi, kita booking dari maret utk menginap akhir mei ini.
Untuk rate caravan di wiken: rp. 1.050.000 include breakfast utk 4 orang. Plus kita bisa beli 4 tiket safari seharga rp. 100.000 (dari rp. 150.000).
Lumayan ya!

Dan pas akhirnya sampe sana, Aduhhh senengg deh..

Lokasinya benar2 di tengah hutan, Jadi pohon2 pinus tinggi di mana2, Ada air terjun mini, Kolam angsa, plus ada monyet dan rusa di dekat restoran.

Anak2 heboh deh liat beginian :)))

Asli ya anak…

Perpanjang paspor di BSD

Sejak akhir tahun 2015,
Mastin akhirnya menghampiri warga BSD dalam hal pengurusan paspor
(Oh ada yg ga tau mastin? Coba deh gugling dengan keyword jingle mastin.. Dijamin terngiang2... Ahahahhahaha)


Singkat  kata, per 30 desember 2015 sudah dibuka kantor imigrasi kelas 1 tangerang cabang BSD.
Lokasi di ruko golden boulevard, tepat di sebelah natasha skin care.
Kalo bapak-bapak biasanya sih tau ruko golden boulevard soalnya banyak tempat pijat plus-plus :)))))

Nah berhubung bakal pergi bistrip bulan depan sedangkan paspor habis di bulan mei, jadi tadi saya dan si ayah nyobain perpanjang paspor di ruko yang cuma sepelemparan kolor dari rumah (uhuk pamer




Sayangnya untuk layanan online dan pembuatan e-paspor belum bisa dilakukan di sini, Jadi tadi kami datang pukul 7.30 untuk ambil antrian.
Menurut petugas, dalam satu hari dibatasi 100 nomor antrian, supaya tidak terlalu chaos.
Tadi pagi sih lumayan tertib ya antrian ambil nomornya.
Setelah ambil nomor, kami isi-isi dokumen lalu duduk sa…