6 November 2013

Cara Cerdas 'Membuang' Barang

Berhubung harga tanah di jepang ini sangat mahal, hampir sebagian rumah atau apartemen yang ada, berukuran sangat mini. Untuk apartemen single, luas kamarnya rata-rata hanya 9-15 meter persegi.

Kecil sangat ya…

Karena itu orang-orang Jepang tidak bisa menumpuk barang terlalu banyak di rumah.
Sedangkan untuk membuang barang-barang berukuran besar, mereka diharuskan membayar dengan cukup mahal.

Sebagai contoh, apabila kita ingin membuang kasur ukuran single, kita harus membayar sekitar JPY 5000.

Mahal kan?

Karena itu di jepang ini bertebaran toko-toko second hand yang mau membeli barang-barang yang sudah tidak dipakai oleh pemiliknya, dengan catatan barang tersebut harus dalam kondisi prima.

Toko-toko ini justru ukurannya jauh lebih besar daripada mal-mal yang ada di jepang, karena peminatnya membludak.

Apalagi di Jepang banyak sekali mahasiswa, yang harus pintar2 mengatur keuangan supaya masih bisa jalan-jalan dari uang beasiswanya… hahaha .. karena itu kami hobi sekali berkunjung ke toko secondhand karena harga yang ditawarkan benar-benar miring.


Ini toko second terbesar di chiba J


Sebagai contoh, winter coat yang di FO Jakarta rata-rata dijual dengan harga 300-500 ribu rupiah, di sini dijual dengan harga JPY 1500an saja J

Sepatu cantik ini? JPY 525 saja J


Murah yaaa…..

Cara yang lebih ekstrim adalah garage sale, namun arti garage sale di Jepang adalah memberi barang-barang secara gratis, biasanya ke mahasiswa asing, karena mereka tahu mahasiswa asing pasti butuh banyak perlengkapan untuk hidup sehari-hari.

ni adalah contoh barang-barang yang saya dapatkan secara gratis dari perkumpulan ibu-ibu yang tinggal di sekitar asrama



Bagaimana dengan Indonesia?

Pengalaman saya ketika harus pindah dari rumah tercinta, sedikit banyak mirip dengan orang-orang di sini.
Merasa sayang kalau harus membuang barang-barang, akhirnya saya mengadakan garage sale besar-besaran J

Medianya cukup melalui akun social media dan grup arisan ibu-ibu.
Barang-barang langsung ludes seketika!
Haha…


Selain itu, LiveOlive memberikan alternative lain untuk ‘membuang barang’.
Coba deh baca artikel cara cerdas membuang barang ini. Komplit banget infonya.


Kurang lebihnya sama-sama diuntungkan.
Kita diuntungkan karena barang yg ingin kita ‘buang’ bisa mendapat pemilik baru, sedangkan pembeli barang mendapat harga yang biasanya lebih murah J




Ada cerita lainkah dari pengalaman ibu-ibu membuang barang? 

2 comments: