Skip to main content

Teacher training program @ chiba university

ketika mengetahui saya mendapat beasiswa program ini,
banyak teman2 yang bilang saya beruntung banget,
karena program ini dirancang dengan sangat menarik oleh pemerintah Jepang.

jumlah beasiswa yang diberikan cuma selisih ¥2000 dari beasiswa doktoral,
tapi bebannya tidak seberat rekan2 yang sedang berjuang untuk menyandang titel Ph.D *grin*


meskipun relatif lebih santai,
bukan berarti kita bisa lantas seenaknya sih.

nama negara ini yang dipertaruhkan :)

lagipula beredar desas-desus bahwa apabila kita menjalani program dengan baik,
kesempatan untuk rekan2 guru indonesia di tahun2 mendatang akan terbuka lebih lebar.


tahun ini total ada 14 guru yang berangkat dari indonesia.

kami semua disebar di banyak kota, tergantung pilihan masing2 ketika mengisi formulir pendaftaran.

saya sendiri ditempatkan di chiba university, di mana tahun ini chiba daigaku hanya menerima 3 teacher trainees, setelah tahun sebelumnya menerima 9 orang,
jadi sistemnya sepertinya diselang2 seling.

tahun lalu tidak ada guru dari indonesia, tapi 2 tahun lalu ada,
jadi kalau boleh saya tebak2 berhadiah, sepertinya tahun depan tidak akan ada guru dari indonesia :)



dari cerita kedua teman saya di atas, satu dari thailand dan satu lagi dari china,
sepertinya peminat terbanyak ada di indonesia.

kalau tidak salah dulu ketika seleksi awal ada sekitar 500 guru yg ikut,
sedangkan thailand hanya 35 (yang berangkat 8)
dan china hanya 40 (yang berangkat 6)


untuk kegiatannya sendiri,
6 bulan pertama ini kami hanya dijadwalkan mengikuti kelas bahasa jepang saja,
tapi sensei pembimbing saya, meminta saya untuk langsung masuk lab dan mengikuti zemi *seminar* setiap senin siang.


perhatian ya senseinya? :)



perihal sensei ini memang beda2 tabiatnya.

ada teman TT 2012 yang sampai sekarang tidak masuk lab dan tidak bimbingan padahal februari taun depan sudah harus presentasi tugas akhir.

jadi saya harus bersyukur dapat sensei yang perhatian, meskipun dengan level bahasa jepang tingkat jongkok ini, saya diberi shukudai *pe er* tiap minggu untuk menerjemahkan jurnal biologi bahasa inggris, ke dalam bahasa jepang!

hail, google translator!


oia selama 6 bulan ini, kami mengikuti kelas bahasa jepang wajib setiap hari:

1. japanese vocab n grammar 3x seminggu
2. conversation 1x seminggu
3. oral expression 1x seminggu
4. history of japanese language 1x seminggu
5. kanji 300 1x seminggu

yang mana hampir setiap pertemuan selalu ada pe er dan kuis :)))))



di luar kelas wajib di atas, kami juga wajib mengikuti 3 workshop yg diadakan sebanyak 5x pertemuan untuk masing2 workshop:

1. introduction to life in japan
2. japanese culture
3. making presentation in japanese language


seru yah...


oia somehow sensei2 yang mengajar kelas bahasa ini baik2 semua,
jadi beliau2 suka menawarkan apakah kita mau ikut kelas lain yg juga mereka ajar.

seperti misalnya ada satu sensei yg karena tau saya guru biologi, jadi mengajak saya untuk ikut fieldwork environmental classnya.
iya sih bareng anak2 undergraduate,
tapi yah namanya juga belajar kan ya,
ga penting lah liat titel :)


lalu di luar semua kegiatan kelas, kami juga disarankan mengikuti program home visit dan homestay selama 1 malam dengan keluarga jepang.
supaya kami semakin 'dekat' dengan budaya jepang dan juga untuk meltih kemampuan bahasa kami.

oia kalau di chiba daigaku, dalam program inj kita harus membayar asuransi sebesar ¥500 untuk home visit dan ¥520 untuk homestay.


setelah selesai program bahasa, 
barulah kami dilepas ke sensei pembimbing masing2.

oia kelas bahasa ini tidak tertutup untuk peserta TT saja, melainkan dicampur dengan mahasiswa master atau doktoral, dengan level kemampuan bahasa yang sama jongkoknya dengan saya...

hahaha....



berhubung saya baru 1 bulan menjalani kelas bahasa ini jadi saya belum tahu akan seperti apa kondisinya selepas kelas bahasa,
yang saya tahu kami diminta untuk membuat laporan akhir dan melakukan presentasi, both in japanese! 
#stress


nah berhubung jarang2 dapet kesempatan belajar di jepang,
saya ga mau cuma dapet pengalaman di kelas saja,
saya juga mau mempelajari kondisi sosial dan budaya yang ada di sini,
jadi saya mencoba ikut aktif di ppi chiba :)



dan juga ikut kegiatan angklung bersama obaasan dan ojiisan pecinta kesenian indonesia.

lumayan loh mereka ini baik2 bener sama mahasiswa.
karena dianggapnya hidup kita ini taihen (baca: miskin hahahah...) jadi mereka dengan senang hati memberikan barang2 kebutuhan di asrama.

belum lg setiap latihan, pasti kita dijamu makan siang, dibungkusin makanan untuk makan malam dan dibawakan macem2 cemilan.

enak, kan?



lalu selain kegiatan2 di atas, saya juga memuaskan hobi travelling saya.

berbekal guidebook ini, sepeda dan google maps, saya berkeliling chiba seorang diri dan melihat tempat2 yang selama ini hanya saya lihat di film atau internet :)







makanya sampai sekarang ga berhenti2nya bersyukur dikasih kesempatan ini,
dan mudah2an kalau nanti balik ke indonesia, saya bisa memberikan sesuatu yang baru untuk para murid.

setuju? :)


PS: pendaftaran untuk TT 2014 sepertinya akan dibuka akhir november, jadi bagi yang berminat, ada baiknya rajin mengecek website kedutaan jepang. 


Comments

  1. Sukses ya Tya... heuheuheu.. kadang kepengen juga deh kuliah lagi.. apalagi ke LN, kayanya enak ya kuliah ngga usah mikirin kerja.. hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya kuliah tuh enak, stressnya paling pas ujian aja, ga se stres kalo kerja

      Delete
  2. Salam kenal mbak Sekar, saya Mala mau berencana apply program TT ini. Bisa ga saya minta alamat email mbak Sekar untuk tanya2 terutama mengenai jurusan ya? Kalo ga keberatan ya mbak...

    Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Uang Pangkal Sekolah

setelah dihitung2 ulang, ternyata investasi LM saya yang cuma 10 gr/tahun (200rb-an/bln)  harus direvisi nih....
hehehe...

kalo bertahan di angka tersebut, uangnya cuma bisa utk masuk TK,
sementara utk masuk SD setidaknya butuh 20gr/thn (400rb-an/bln)

hoshh...hoshh...

untuk masuk SMP lebih parah lagi...
makin ga kekejar kalo 'cuma' LM ternyata.
apalagi kalo AsPend n TaPend,
makin ga nyampe deh angkanya.
busetttt...

Menginap di caravan hotel - taman safari indonesia

Sekitar bulan februari (kalo ga salah) liat foto2 kak @sondangrp dkk camping rame2, kok kayaknya seru.

Trus jadi pengen.
Tapi pas liat rate nya, kok mahal! Haha..

Akhirnya diskusi sama ibu2 cabe rawit di grup dan keluarlah ide menginap di caravan ini.
Ratenya separuh dari tempat camping kak sondang, dan tempatnya masih berbentuk 'bangunan' jadi bisa semacam pemanasan sebelum anak2 camping beneran di tenda.
Untungnya jeng lia berbaik hati ngurusin dan booking jadi kita bisa dapet 3 caravan yang deketan (dan lokasinya enak!).

Fyi, kita booking dari maret utk menginap akhir mei ini.
Untuk rate caravan di wiken: rp. 1.050.000 include breakfast utk 4 orang. Plus kita bisa beli 4 tiket safari seharga rp. 100.000 (dari rp. 150.000).
Lumayan ya!

Dan pas akhirnya sampe sana, Aduhhh senengg deh..

Lokasinya benar2 di tengah hutan, Jadi pohon2 pinus tinggi di mana2, Ada air terjun mini, Kolam angsa, plus ada monyet dan rusa di dekat restoran.

Anak2 heboh deh liat beginian :)))

Asli ya anak…

Perpanjang paspor di BSD

Sejak akhir tahun 2015,
Mastin akhirnya menghampiri warga BSD dalam hal pengurusan paspor
(Oh ada yg ga tau mastin? Coba deh gugling dengan keyword jingle mastin.. Dijamin terngiang2... Ahahahhahaha)


Singkat  kata, per 30 desember 2015 sudah dibuka kantor imigrasi kelas 1 tangerang cabang BSD.
Lokasi di ruko golden boulevard, tepat di sebelah natasha skin care.
Kalo bapak-bapak biasanya sih tau ruko golden boulevard soalnya banyak tempat pijat plus-plus :)))))

Nah berhubung bakal pergi bistrip bulan depan sedangkan paspor habis di bulan mei, jadi tadi saya dan si ayah nyobain perpanjang paspor di ruko yang cuma sepelemparan kolor dari rumah (uhuk pamer




Sayangnya untuk layanan online dan pembuatan e-paspor belum bisa dilakukan di sini, Jadi tadi kami datang pukul 7.30 untuk ambil antrian.
Menurut petugas, dalam satu hari dibatasi 100 nomor antrian, supaya tidak terlalu chaos.
Tadi pagi sih lumayan tertib ya antrian ambil nomornya.
Setelah ambil nomor, kami isi-isi dokumen lalu duduk sa…