22 October 2013

5 kesalahan

Waktu saya memutuskan untuk resign dari kantor dan memulai hidup baru di Chiba, banyak orang mempertanyakan keputusan yang saya ambil.

Saya tidak menyalahkan, mungkin banyak dari mereka berpikir bagaimana dengan masa depan (finansial) anak-anak dan para mbak yang sudah ikut saya selama beberapa tahun ini. Bahkan tidak sedikit yang meragukan kewarasan kami karena meninggalkan kondisi yang sudah lumayan nyaman di Serpong untuk hidup yang belum jelas J


Kalau boleh saya share, dari awal pernikahan, saya dan suami termasuk orang yang ketat dalam hal anggaran. Saya tipikal perempuan yang mencatat secara detil semua pengeluaran dan nantinya di akhir bulan melaporkan semuanya ke suami. Tugas suami hanyalah mencari nafkah dan memberi persetujuan ketika istrinya ingin ini-ingin itu (haha…)

Puji Tuhan di usia kelima pernikahan kami, bisa dibilang kami sudah mandiri. Bisa punya ini-itu yang semuanya hasil kerja keras kami berdua, bukan pemberian orang tua. Bahkan sedikit-sedikit sudah bisa memberi ke orang tua dan adik-adik.

Jadi ketika harus melepaskan sumber penghasilan, saya tidak terlalu galau, karena semuanya sudah on track. Dalam artian, hilangnya penghasilan saya tidak mengganggu cash flow dan investasi keluarga kami.
Kalau boleh saya memberi tips sedikit , hal yang paling penting bagi seorang istri adalah memiliki anggaran keluarga. Si istri ini harus bisa memilah-milah penghasilan keluarga dan meletakkannya ke dalam pos-pos yang sudah ditentukan. Bisa menggunakan system amplop maupun system rekening terpisah.

Jangan lupa masukkan pos investasi dan asuransi dalam pembuatan anggaran di atas. hal ini sangat penting mengingat kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sedia payung sebelum hujan itu penting.

Selain itu kami juga meminimalisasi jumlah hutang. Kartu kredit yang kami punya hanya  1, itupun sebisa mungkin harus langsung dilunasi ketika tagihan datang. Jadi selama 5 tahun menikah hutang kami ya hanya cicilan KPR ke bank, yang kira-kira akan lunas dalam jangka 5 tahun yang akan datang *masih lama yaaa…* J))

Terakhir, saya bukan tipe perempuan penggila branded things…. Hihi….
Kalau mau ngikutin nafsu sih tiap bulan bisa aja beli tas branded *duileh…#pamer* tapi untung lingkungan pergaulan tidak terlalu menggiring saya kea rah sana. Dan terutama punya suami yang bersahaja sekali, jadi saya masih bisa berada dalam jalur yang benar J

Jadi ketika mampir ke webnya LiveOlive dan melakukan cek dan ricek, rasanya saya tidak melakukan lima kesalahan tentang uang yang harus dihindari ya….

Alhamdulilah sesuatu… J


                                                                         Pic taken from here


Jadi ayo deh ibu-ibu, mulai hidup sehat secara finansial yuks….



4 comments:

  1. Mememilih lingkungan pergaulan emang menentukan bgt deh tuh sm livestyle yaaa.. Makanya aku suka sekali sm emak2 cabe ijoooo ^^

    ReplyDelete
  2. well noted untukku yg masih newbie di dunia rumah tangga nih, mbak :D

    ReplyDelete