8 December 2010

Mr & Mrs. Insecure

Tergelitik banged nulis tentang ini.
apalagi abis baca postingan Woro yang ini,
atau postingan Anggi yang ini.

hmmm....
semakin banyak sepertinya Mr & Mrs Insecure di dunia ini ya?
mau di dunia nayat maupun di dunia maya.

heran aja sih saya,
nagapainnn ya mereka-mereka ini sampe segitunya ngurusin hidup orang?
apalagi ini hidup orang yang mereka ga kenal secara langsung,
cuma sekedar baca tulisan....
kok ya niat benerrrr gitu lohhh sampe ninggalin komen semacam itu.
semacam kurang ada pekerjaan yang lebih penting gitu.



hhhmmm.....

lalu kalo blog ini sendiri gimana?
hehe... hate comments pasti ada,
tapi orangnya itu-itu aja kok..
haha...
Mr & Mrs. Insecure.

orang-orang yang tidak bahagia dengan hidupnya,
jadi selalu merasa bahwa hidup orang lain salah.

tidak bisa melihat perbedaan
dan langsung menjudge bahwa yang berbeda dengan caranya pasti salah.

padahal,
Mr.& Mrs Insecure ini ga tau bagaimana 'dapurnya' kita.

ngeliat kita belanja banyak buat anak,
dipikirnya kita mau pamer,
atau malah yang lebih 'sempit' lagi,
mikirnya mau ngejatuhin derajat mereka karena ga mampu belanjain barang2 buat anaknya sendiri.
hahahaha...
aneh banged kannnn.....

setiap rumah tangga pasti punya pengaturannya sendiri.
ga perlulah kita ngescan slip gaji trus diposting di sini,
atau dijadiin sticker di mobil.
ga perlu.

tiap orang ada rejekinya masing-masing.
ga perlu kita terus-terusan iri melihat mereka yang lebih berhasil dari kita.

Tuhan sudah mengatur yang terbaik buat keluarga kecil kita.

belum mampu beli mobil?
ya ga usah sebel sama yang punya mobil.

belum mampu punya rumah di kawasan elit?
ya sudah syukuri saja rumah yang ada sekarang.

justru harusnya itu semua menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras lagi,
bukan malah menjadi alasan untuk membenci si pemilik segalanya.

it's all in our mind, baby...

capek loh punya perasaan iri dan benci terus-menerus.
dan yang lebih parah,
perasaan2 negtif macam itu ga akan membawa kita ke mana2.

justru kita akan makin terpuruk dengan segala ke-insecure-an kita,
dan biasanya orang yang kita iri in akan semakin berhasil loh...
hahahaha....

36 comments:

  1. ho..oh..butul..butul..butul.. :)
    kalo emang punya sifat iri, lebih baik jangan pernah membaca blog orang lain, bukannya terinspirasi maju lha kok malah iri..aneh..

    ReplyDelete
  2. Tya, aku jadi ikut baca postingan tadi hehehehhe... aku juga pernah dapet hate comments, gara2 aku cerita, kalo sepatuku nyangkut di conblock pas di kantor, eh malah dianggep pamer. Dan seperti biasa, komennya Anonymous hahahah... 4 kali dia komen di postingan yang sama loh. Ya, kasian deh tuh orang. Yang ada, dia malah di bash sm komentator lain di blog aku hahahah...

    ReplyDelete
  3. @ mbak windya
    jempol! :)


    @anita
    halo salam kenal :)
    iyaa...sifat iri emang ga bagus yah, bikin ga maju


    @leony
    di dunia nyata lebih banyak leagi bu yg model begini :)

    ReplyDelete
  4. Tia, ada kok orang yang emang suka buat kontroversi dan itu termasuk sering kasih komentar negatif di blog orang lain. Jadi pada intinya sih ngga usah di tanggapin ato di balas komentar dari mereka. Kalo elo bales dia tau bahwa dia berhasil mancing perhatian elo dan orang2 yang baca blog elo.

    ReplyDelete
  5. @mila
    hai, iya aku sekarang ketawa2 aja kalo ada yg hobi komen negatif tentang hidupku.
    semakin menunjukkan bahwa mereka IRI.
    hehe...

    udah ga diambil pusing, buat ketawa2an aja :)

    ReplyDelete
  6. @ Tya,
    Setujuuu.
    Kadang gw suka merhatiin orang lain cenderung suka mengurusi kehidupan orang lain, baik disadari maupun tidak. Ada ajaaaaa yang diurusin.
    Padahal kita ngurusin hidup kita aja rasanya udah berat ya...apalagi dengan inflasi yang naik gak sebanding dengan kenaikan gaji. *eh kok malah curhat?!?!?*

    Lah kok ada orang hebaaad bener masih bisa ngurusin, sok 'ngasih liat' dosa orang lain..ck ck ck..*sambil benerin poni ala Amel Karla*

    ReplyDelete
  7. @indah
    bahahaha curhat gaji doi....

    ReplyDelete
  8. Padahal klo iri2an itu udah pasti nggak tenang, nggak bahagia. Capede...

    ReplyDelete
  9. Walaupun blog diklaim sebagai milik pribadi tapi suka tidak suka blog masuk dalam ruang publik di mana tiap orang bisa membacanya tanpa sang pemilik blog bisa menseleksi pembacanya. Para pembaca blog itu punya latar belakang yang beragam baik secara strata soial maupun tingkat pendidikannya.
    Memang adalah hak pribadi untuk membelanjakan uang yang kita dapatkan hasil jerih payah kita, tapi tak perlu lah diceritakan ke publik secara berlebihan: kita belanja apa saja, makan di restoran mana,pergi ke spa mana dsb. Mungkin adalah hal yang biasa bagi pemilik blog untuk pergi ke spa menghabiskan 500 rb , atau belanja sampai menghabiskan uang berjuta2 rupiah tapi tanpa kita sadari untuk beberapa pembaca yang kebetulan tidak beruntung hal itu akan menyakitkan. Boro2 pergi ke spa, cari uang 500 rb untuk makan saja susah. Jika diibaratkan blog sebagai sebuah rumah dan pembaca blog itu adalah orang yang berlalu lalang, tak perlulah kita menempelkan pengumuman di depan pagar rumah yg menceritakan apa yang kita belanjakan karena tanggapan orang yang berlalu lalang akan beragam.
    Salah satu yang menyebabkan kekacauan (sebentar2 rusuh) di negeri kita ini adalah kesenjangan sosial yang makin melebar. Hal itu ditambah lagi dengan orang-orang yang tidak bertenggang rasa dan tidak memiliki kepekaan sosial.
    Ada baiknya jika dalam menuliskan sesuatu di dalam blog kita masih memiliki kepekaan sosial.
    Ny Okta
    rietokta@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  10. Ehm, kalo blog adalah property pribadi yang dimuat dalam ruang publik, itu sih gw setuju.

    Tapi semua sih tergantung watak asli sang pembaca juga kalo menurut gw.

    Kalo watak asli seseorang emang udah sirik-an *maap bahasanya kasar* dari sononya, gak usah blame 'blogwalking', in real life ngeliat temen turun dari Jaguar aja muangkel. Su'udzan nuduh duit haram lah, ini lah, itu lah. Hayooo ngaku gitu juga gak IRL nya?!

    Kalo emang pada dasarnya orangnya nrimo, iklash ya seperti kita-kita ini *Amin*, ngeliat orang spa 500rb, ya ikhlasin aja. Emang baru dikasih rezeki cuma bisa spa 100rb.

    Kalopun Gak bisa spa sama sekali? Ya gak masalah, gak perlu guling2 mewek kenapa sih Anu bisa spa jut-jut-an, wong aslinya kita dasarnya udah ngerasa cantik luar dalam koook...*gak percaya, tanya suami-suami kita deh*

    Kalo gw sampe ngabisin waktu mikirin kenapa ya si X bisa belanja foya-foya, gw kok begini-begini aja, kesiaan sih...lama-lama sakit jiwa lho. *Naudzubilah Min dzalik*

    @ Cik Gu Tya,
    Maaap ye, kebetulan gw lagi PMS. Jadi yaaa agak-agak love dramaa gitu deh.

    ReplyDelete
  11. Dear Ny Okta,

    Teteup ya ujung2nya ngatur:
    "Ada baiknya jika menuliskan sesuatu bla bla bla bla.."
    IMHO, anda betul betul tidak bisa menghargai kebebasan berbicara orang ya di blog. As I always said. Gak suka ya gak usah baca. Gampang kan?

    Blog itu ya rumah orang. Kita mau isi seperti apa ya pasti isi di dalamnya, gak bakal naro di pagar luar. Orang pasti mesti masuk dan bertamu kan? Nah kalo bertamu ini ya kudu sopan. Heran deh, konsep seperti ini kok masih gak ngerti juga ya? Aku pikir anda orangnya well educated.

    Dan orang punya blog itu dengan alasan yang beragam. Ada yg memang foodies yg hobinya nyobain restoran baru dan nulis di blog about that. Ada yang movie freak jd buat blog isi tentang review film. Ada jg yang hobi belanja. Ya semua alasan dan keragaman itu harus dihormati dong.

    Lagipula setiap orang pasti punya sisi yang bermacam-macam. Dan isi blog itu tidak menggambarkan keseluruhan orang itu seperti apa. Again, don't judge people from its cover. Masa iya kita melakukan kerja sosial kita pameran tulis2 di blog. Buat aku itu berlebihan dan cenderung Riya. Dan aku gak bakal nulis kayak gitu di blog.

    Anda bilang banyak org tidak memiliki rasa tenggang rasa dan kepekaan sosial. Menurut aku anda salah satu orang yang tidak memiliki tenggang rasa dan kepekaan sosial. Dengan comment2 anda seperti itu, anda sangat tidak menghormati pemilik blog dan anda gak sadar ya sudah bikin dan menebar rasa sakit hati juga?

    ReplyDelete
  12. Lha! Nyonyah Okta ini disini komen jugaaaa...

    *numpang ketawa, ya Tya :p

    ReplyDelete
  13. kalau menurut aku itu tergantung sudut pandang masing-masing orang
    klo dasarnya iri-an.baca cerita kebahagiaaan orang/kehamilan orang,dll bisa iri juga lho.lah terus penulis blog bisa nulis apa lgi?namanya juga blog pribadi.justru banyak informasi di dalamnya menurutku.

    ReplyDelete
  14. wiih, ny. anonymous di atasku ini kayanya bener2 iri..yo wis ndak usah dibaca tah, daripada iri2 gitu.

    ReplyDelete
  15. Ini Ny.Okta yg sring wara wiri tanpa identitas dan komen sana sini ya???

    Ny.Okta yg baik, nasihat anda bagus sekali.Klo boleh tau apa sih link blog anda.Saya mau baca tulisan2 anda mengenai keseharian dan keluarga anda.

    Atau anda ga punya blog? wah ya ga usah komen ngejelek2in orang klo gitu. Ini kan blog orang,ya suka2 yg punya blog mau tulis apa aja.

    Eh saya mau banget loh ketemu sama Ny.Okta,,,klo ada jadwal kopdar, pasti banyak bgt yg kepengen ketemu sama anda...


    *yg ngerasa ngepens ma Ny.Okta, ngacung dunk*


    *maap mba Tya, lagi laper,,,jdi bawaannya judes*

    ReplyDelete
  16. saya bingung deh.. bukannya saya membela ny okta, tapi apakah sebegitu sulitnya menerima pendapat yg berbeda? pendapat orang yg gak dikenal? pendapat orang yg bukan teman sendiri?

    orang yg berpikir terbuka sepertinya tidak mungkin langsung ngejudge sebagai IRI. Harus diingat, walaupun kesannya BANCI, tapi pendapat anonim adalah yg paling JUJUR! karena dia mampu berpendapat tanpa harus menutupi dirinya dengan topeng 'demi jaga hubungan baik dengan teman'. hey... kritik itu pedas tapi membangun!

    tidak tertutup kemungkinan bisa jadi si anonim memang IRI. tapi bagaimana kalau sebaliknya? KASIAN? bisa gitu doang aja nyombong? ahahaha.. di atas langit masih ada langit!!!

    be wise.. sharing sama sombong bedanya tipissss... kaya miskin- pintar bodoh juga relatif.. :))

    ReplyDelete
  17. wow.... jadi rame :)

    eh tapi kenapa harus anonim ya?
    alangkah lebih enaknya menyampaikan pendapat dengan identitas yang terbuka.
    atau bolehlah tinggalin email spt Ny.Okta,
    supaya bisa menambah relasi pertemanan,
    bukan begitu emak bawel? :)

    ReplyDelete
  18. Emak bawel,...kok sya curiga ya dirimu dah si Anonymous itu sepertinya satu orang deh.

    Kenapa sih sok misterius, kenapa juga sok riweh ma hidup orang???


    Saya jg belum pernah ketemu dan baru kenal sipemilik blog. Sipemilik blog juga ga tau saya apa dan siapa.Tapi wajar ga saya ngejudge sipemilik blog sombong, iri, pamer, dan sebagainya.

    Saya setuju ungkapan di atas langit masih ada langit,,, tapi biasanya orang yg berEtika ga pernah jumawa ngejelek2in orang lain walaupun dia sendiri lebih sejuta kali lebih baik dari tuh orang!

    ReplyDelete
  19. Emak Bawel,

    nah itu dia, exactly like what you said.
    diatas langit masih ada langit, diatas blog kami, masih ada blog lain yang jauuuuuhh lebih 'mewah' isinya. :)
    Syukur Alhamdulillah wasyukurillah yang suka blog ini jaaauuuhh lebih banyak drpd yang enggak atau yg 'sukarela meluangkan waktunya' untuk meninggalkan komentar yang sorry to say, bersifat menggurui dan menyuruh :)

    bisa saja bagi Anda kami memang cuma 'bisa gitu doang', tapi bagi kami itu sudah merupakan achievement.

    Let's be smart aja dalam membaca blog. Like it, sila dibaca terus, siapa tahu bisa berteman. No likey? Save your time, don't hit the 'leave comment' button. Just go. Move on..

    Semoga emak bawel juga mengerti perasaan emak-emak disini ya :)

    Blog kalo banyakan pamer/mudaratnya juga ga akan ada yg baca kok :)

    Toodles!
    _W_

    ReplyDelete
  20. lucu banget si emak bawel ini.. bukan kesannya BANCI tapi emang BANCI yang ngasih pendapat anonim. Pendapat anonim itu pendapat tidak dapat dipertanggung jawabkan yang dibuat sama orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    So, baiknya yg anonymous kaya emak bawel ini comment nya di delete aja dan dimasukin ke tempat sampah, tempat selayaknya buat orang-orang yg tidak bertanggung jawab.

    Nyuruh be wise sendiri nya gak bisa wise. Woii yang bener kalo kasih komen Woii!!..

    ReplyDelete
  21. dear tya,

    memang benar, lebih enak menyampaikan pendapat dengan identitas terbuka. tapi lihatlah nasib ny okta, 'dimaki' sama 'temen2' kamu...!

    memperluas jaringan pertemanan mungkin pada akhirnya jadi berteman ya? terus dengan sudah 'kenal' dan 'berteman', akankan dia berani berpendapat beda dengan resiko bakal dijauhin sama temen2 kamu yg mungkin bakal jadi temen2 dia juga? sorry buat skeptis, saya rasa dia gak akan jujur lagi..!

    kalau saya kenal kamu di dunia nyata, mungkin saya juga akan mengkritik dengan cara anonim atau lewat pihak ke 3 demi tidak merusak pertemanan kita.. kejujuran kadang pahit buat diterima. bagi saya sendiri, teman yg baik justru teman yg mampu berpendapat beda dengan saya, karena itu memperluas cakrawala berpikir saya. banyak teman dengan pikiran sama emang enak, tapi hanya memperluas zona nyaman. gak bikin berkembang.. sayangnya banyak yg gak setuju sama pendapat saya yg satu ini.. :))

    trus buat semua yg ngomentarin si ny okta; yakin kalian dia bakal liat ini blog lagi? mungkin dia cuman kebetulan lewat. ahahaha..

    strangers are honest! lagian apa untungnya coba dia komen? nyape2in jari doang, kecuali emang udah gemes banget ya.. anyway, be glad for their comments (kalau memang bisa bermanfaat).

    well, just my opinion.. ;)

    oiya, kalau komentar saya pedes jangan diambil hati ya. saya gak kenal kamu secara personal kok. saya dapet link posting ini dari seseorang teman yg takut punya nasib lebih tragis dari ny okta.. ahahaha.. :))

    ReplyDelete
  22. coba kita buktikan.. apakah ada yg pendapatnya beda tapi berani pasang id beneran.. lha wong ngebelain yg punya blog aja ada yg pake 'anonymous' kok..!

    ReplyDelete
  23. "tidak tertutup kemungkinan bisa jadi si anonim memang IRI. tapi bagaimana kalau sebaliknya? KASIAN? bisa gitu doang aja nyombong? ahahaha.. di atas langit masih ada langit!!!

    be wise.. sharing sama sombong bedanya tipissss... kaya miskin- pintar bodoh juga relatif.. :))"

    lo liat gak yg lebih banyak komentarin ny.okta itu justru temen2nya Tya seperti gw, artinya BANYAK yg lebih ngerti postingan Tya bukan ajang pamer jeung..
    KASIAN cuma segitu aja dipamerin? berarti lo kudu belajar banyak baca blog2 lain karena lo kalo baca blog Tya itu tujuannya ya sharing. Misal aja harga2 pakaian bayi bisa jadi kan buat referensi yg laennya. and it really happens!Sharing dipikir pamer? It's all on your mind baby.. lo mikir kasian? berarti walaupun kecil, lo punya pikiran sirik :)

    eh lo bilang ny okta itu cuma lewat, hhmm,, kayaknya enggak deh, buktinya dia "rajin" loh ninggalin komentar. ini kedua kalinya bukan sih tya? CMIIW.

    daripada lo sibuk ninggalin komentar bolak-balik gini juga, tuh diatas ada tanda (x) se-simple itu kok :)

    -astrid-

    ReplyDelete
  24. duh.. maap ya bikin orang2 'panas', padahal saya gak maksut loh.. it might be my last comment kok, tenang aja..

    kalo ada yg ngerasa gak gatek dan pengen ngecek IP address ya sok atuh neng.. saya kan udah mikir ke situ sebelum nulis komen. lagian saya bukan hacker dan gak ngelakuin crime gitu loh.. lagian siapa gue? hehhehee.. apa pentingnya coba tau siapa gue? kenal juga kaga..

    lagian pahit amat sih nerima pendapat beda. mana coba kalimat yg menyuruh atau menggurui? setiap manusia kan bebas berpendapat, dan berkomentar selama diijinkan..

    blog = rumah? kalau gak mau tamu gak sopan ya tutup pintu, jendela, suru satpam jaga.. kalau gak pengen blognya dikomentari ya didisable aja komennya.. buka buat invited readers.. atau kalo emang gak berani nerima komen pahit ya saring terus delete aja! it takes only one click tho ya?

    kalau cuman mau komen yg setuju2 aja even dari orang yg gak dikenal, emang blog buat nyari fans ya? emang artis? atau parpol? ahahaha..

    ReplyDelete
  25. kalo blog dianggap sebagai rumah yang bisa dilongok oleh pejalan kaki yang lalu lalang...apakah boleh pejalan kaki itu masuk ke rumah tersebut..gak suka isinya..trus nyampah nulis2 pake pilox yang isinya bilang "GUE GAK SUKA"

    apa engga lebih bijak kalo melongok sebentar, lalu kalo gak suka ya tinggal pergi dan melongok "rumah" yang lain?
    just my two cents

    Nia

    ReplyDelete
  26. mau ikutan dung. gini aja buat yg kontra dgn isi BLOG,mau tanya aja 'yg namanya BLOG mestinya isinya apa siy mnurut kalian?'. nah kalu itu tjwb kyknya mgkn pmasalahan dsni bs lbh jelas dhe. karna buat saya yg pernah bkecimpung didunia web,yg namanya blog itu emg isinya ttg pribadi entah kseharian entah hobi entah ptualangan penulis entah pjalanan hdp pnulis atoapapun yg sifatnya berbagi crta alias curhat. dan blog itu isinya ya sesuka pnulis asal ga berbau SARA/PORNOGRAFI. thx

    ReplyDelete
  27. jadi rame ya..btw salam kenal juga mba tya, sebenernya sejak persiapan married udah sering baca blog ini. baru sekarang memperkenalkan dirinya..hihi..jadi malu..yang jelas..thx bgt, blog nya sgt membantu persiapan pernikahan kami, jd terinspirasi bikin blog juga.. :)

    Kalau menurut aku siy tentang rame2 diatas, tiap orang punya kepala yang berbeda dan isinya udah pasti beda juga, jadi ya sudahlah pendapatmu ya pendapatmu, pendapatku ya pendapatku, toh hidup masing2 kita jalanin sendiri kok, jadi ya terserah orang mau bilang apa..

    keep writing...semangat ngeblog.. ^_^

    ReplyDelete
  28. Wow! ada apa ini? :-D aku ketinggalan berita... hihihihi...

    yah.. sebagai blogwalker jg.. gue ngrasa terbantu dengan blog2x kayak tante Tya or tante Anggi... dengan dia cerita dimulai dengan persiapan wedding sampe ngurus anak, gue ngrasa kebantu bgt! buka blog mreka n viola! gue dpt apa yg gue butuhin...

    yah... kadang ada perasaan sirik jg klo misalnya nyonya2x pemilik blog bisa beli ini itu sedangkan gue kgk mampu... (baik urusan wedding or urusan baby) :-p ada yang bisa pas nikah pke kebaya Anne Avantie... fotonya pke axioo... nglahirinnya di RS mahil.. dll... tapi kan emang rejeki orang beda2x... punya bahan pertimbangan yang berbeda2x pula... dengan mereka2x ini bikin blog, ngebantu teman2x yang berada di kelasnya loh... yg punya blog isinya mihil2 ya ngebantu temen2xnya di kelas mreka... ga mungkin jg mreka nurunin standar mreka... iya kan? :-) yang di bawah kelas mreka mungkin ngliatnya mreka pamer sombong whatever... tp ada jg kok pasti yg ngrasa kebantu...

    klo emang engga suka dengan isi blog mreka yg kliatan pamer.. ya jgn diliat.... kan udah tau isinya cmn bisa bikin sakit ati :-p trus klo udah tau bikin sakit ati, ngapain jg diliatin terus? iya ga sih?

    hihihi sorry tante tya.. nyampah... :-p

    ReplyDelete
  29. Kadang emang kita suka blur krn emosi. Sangking emosinya sampai content-nya ngga bisa diserap jelas. yang ada dimaki aja karena anonymous dengan membawa tameng netiquette. argumen itu sih sah2 aja, asal materi yang disampaikan bisa jd renungan juga (ga harus di expose jg renungannya di blog kl keberatan).

    Ny Okta bukannya orang ga jelas loh, coba deh Tya cek dia pernah comment normal nggak ke blogmu yang informatif ini?

    ReplyDelete
  30. yg penting aku suka baca blog Tya! Sebab banyak manfaatnya.. huehuehuehue..
    Emang si menurutku cara menulis blog kyk memperlihatkan watak orgnya, ada yg emang sombong sok pamer (aku pernah baca emang ada!), ada yg terlihat berbagi ilmu berbagi kebahagian (kyk py tya ini). Tapi bs jg yg baca yg berasumsi sendiri.. Maksud pemilik blog baik, eh dianggap pamer sama yg baca.. yo wes terjadilah ketersinggungan sosial (halah emang ada ya istilah gitu ? :D)

    ReplyDelete
  31. hmmm...makmiss ikutan komen yaaaa

    soal komen yg sifatnya (-) ataupun (+) emang kembali ke sudut pandang masing2 orang dalam menilai isi blog

    taapppiiiii emang muangkel sssiiih kl ada yg komen yg menjurus judging, ibarat kata "eeeh siape ente boookk kenal kaga asal nuduh begini begitu"

    soal isi blog yg blanja ini blanja itu mah, bagi gw, jadi referensi
    kl mw beli apa2 kudu banding2in dulu dari soal kualitas barangnya ampe harga satu toko dgn toko lainny

    paling cepet ga pake cape yaaaa dgn cara browsing!

    bgitupun isi blog yg dipenuhi pngalaman travelling si empunya blog, emang sih efeknya kadang ada rasa INGIN *minimal di gw* tp balik lagi, ga usah lah menjudge orang "pamer"

    kl gw pribadi sih, ngeblogging bwt nyimpen memory gw soal berbagai hal untuk anak2 gw nantinya *saaahhh*

    eniwei makmiss, blanjaannya udh kumplit blom?? hihihihi emang momen2 blanja blanji ini slalu bikin excited!! =)

    ReplyDelete
  32. Jadi rame yah? Saya tau komentar saya memang selalu bertentangan dengan komentar yang biasa ditampilkan di sini dari temen2/kalangan pemilik blog. Setiap orang punya persepsi yang berbeda atas satu masalah, demikian juga dengan saya. Kita semua mengaku berpendidikan tinggi tapi begitu ada satu pendapat yang 'lain' langsung naik darah dan menghujat. Begitukah sikap orang yang berpendidikan? Kalau kita saja yang berpendidikan sudah begitu bagaimana dengan masyarakat kelas akar rumput? Tak heran bukan kalau negara kita sering terjadi kerusuhan? Kita terlalu gampang diprovokasi!!!
    Saya sendiri akhirnya cuma ketawa2 sendiri membaca komentar2 yang memanas sambil geleng-geleng kepala.
    Betapa sulitnya kita menerima perbedaan pendapat!!!!

    Ny. Okta
    rietokta@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  33. "Betapa sulitnya kita menerima perbedaan pendapat!!!!"

    termasuk situ sendiri kan ibu Okta yang terhormat..

    Kalau situ mau nyontohin sesuatu, baiknya mulai dari diri sendiri, bu'e.. instropeksi begituh..
    CONTOH paling sederhana :
    begitu baca postingan orang yang berbeda pendapat atau dengan cara pandang bu'e, situ gak langsung nulis nguliahin puanjang luebaarr..

    kalo ibu bisa legowo nerima perbedaan kan bisa langsung minggat dari blog ini kan? toh mayoritas orang2 disini sependapat kok sama yang empunya blog, terkecuali YOU.

    Jadi yang ga bisa terima perbedaan pendapat itu (mulainya dari) ya bu'e sendiri, kita mah disini asik2 aja, sama semua pendapatnya disini..

    begitu, bu'e.. :)

    jangan kuatir bu'e, kita juga ketawa2 kok di media lain soal bu'e, bukan situ aja yg ketawa2 soal ini.. hihihihi..

    ReplyDelete
  34. hum.. blog emang masuk dalam ruang publik di mana tiap orang bisa membacanya tanpa sang pemilik blog bisa menseleksi pembacanya.. tapi bukankah sang pembaca bisa menyeleksi apa yang dibacanya ya?

    sang penulis berhak nulis dan pembaca ga wajib ngebaca kan?

    ga suka, sakit hati, iri ama tulisannya? ya ga usah baca blognya.. apalagi kasih komen yang menggurui dan bernada negatif... gampang kan?

    bagi ny okta or emak bawel mungkin isi beberapa blog pribadi terkesan pamer dan tidak peka... tapi ternyata banyak juga kan yang merasa terbantu dengan isi blog tersebut?

    ReplyDelete