13 October 2010

Kalau Kami Jahat Lalu Kalian Apa?

Kalian selalu bilang kami jahat,
kami tidak hormat,
kami tidak sopan
dan segala caci maki yang dengan mudahnya kalian lontarkan

tapi coba mari kita lihat lagi apa yang terjadi.

ketika kalian menikah,
kami adalah kacung nomor satu kalian.
segala dukungan dan bantuan
moril maupun materiil kami berikan untuk kalian.

tapi ketika kami menikah?
jangankan bantuan,
ucapan selamat saja tidak kalian berikan.


ketika kalian memulai hidup baru sebagai pasangan suami istri,
dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain,
sampai ketika akhirnya kalian memiliki tempat tinggal tetap,
kami lagi-lagi menjadi kacung nomor satu kalian.
kendaraan untuk pindah?
tinggal bilang kami.
tenaga angkut2?
lagi-lagi kami.

tapi ketika kami pindahan?
jangankan bantuan,
ucapan selamat saja tidak kalian berikan.


ketika tiba waktunya buah hati kalian hadir,
setelah beruntun kehilangan,
kami tetap kacung nomor satu kalian.
tidaklah perlu disebut nominal itu.

dan ketika sebentar lagi tiba saatnya kami,
lagi-lagi kalian mengacaukannya
tanpa pernah bosan menyakiti kami.


Kalau kami jahat,
kami tidak hormat,
kami tidak sopan,
dan segala caci maki yang dengan mudahnya kalian lontarkan,

LALU KALIAN APA?

14 comments:

  1. bu..sabar bu...inget anak kecil di perut
    semua perbuatan ada balesannya kok
    termasuk niat baik

    sabar yaa..*peluk Tya*

    ReplyDelete
  2. I'M silent reader. But, lihat kata-kata yg agak panas dari Tya yg gw kenal (dari tulisannya-tentu) pastilah sudah dipikirkan masak-masak....
    Just Be Patient, Allah nggak tidur, dan inget di dede di perut
    *hug hug hug*

    ReplyDelete
  3. feel you....sabaar ya bumil cantik *hug*

    ReplyDelete
  4. ikut sedih baca tulisan ini..
    saat niat dan tindakan baik dibalas sebaliknya..
    sabar ya bu..
    semua tindakan pasti ada balasannya..
    semoga ayah,ibu dan adek bayi kecil nan lucu dan cantik sehaaat terus..

    ReplyDelete
  5. Sabar yah Mbak ^^
    Mudah-mudahan "pasangan lain" yang dicerita Mbak bisa berubah, amiin...
    Salam buat babynya ^^

    ReplyDelete
  6. Tya, jangan emosi ya :) Kenapa ya aku punya feeling, this person is very2 close to you. Super close malah, that you just can't be really angry with that person. Just be patient :D

    ReplyDelete
  7. mbak tya, aku juga silent reader nih..yang sabar ya mbak.. :)

    ReplyDelete
  8. Mba Ty..sabar mbaaa,,, orang hamil banyak godaannya ..harus jadi happy mother ya mba..biarin aj yg laen pd jahat or rese sm mba ..ga usah banyak dipikirin kasian babynya. Ak doain mba Sekeluarga n si kecil sehat

    ReplyDelete
  9. Mba TyaQu
    Smp kapanpun n zaman apapun org2 seperti mereka itu akan tetap ada.
    Maka tersenyumlah n jgn dipikirn nanti malah bikin seteres...kasian babynya...
    Byk hal lain yg lebih layak & pantas unt dipikirin...
    Klo bumil sabar, psti terlihat cantik n berjiwa besar deh...
    Oc.....

    ReplyDelete
  10. sabar bumil, entah kenapa aku jg sepakat sm mbak leoni kl org yg diceritakan adalah org terdekat, sgt dekat malah, jd inget pengalaman sendiri *hehe curcol*

    ReplyDelete
  11. wah bu judulnya lagi kesel banget ya.
    didoakan saja, karena orang yg tdk tau baik jahat, hormat menghormati, etika, dan kasih adalah orang yg kasihan. semoga mereka mendapat pencerahan.
    sabar ya (mom to be with full hormone) emang jadi gampang kesel

    ReplyDelete
  12. wah judulnya lg kesel banget ya bu.
    didoakan saja, orang yg tidak tau baik jahat, hormat menghormati, etika dan kasih terima kasih, adalah orang yg kasihan. semoga mereka mendapat pencerahan
    sabar ya

    ReplyDelete
  13. Salam kenal dari Sydney.
    Tahu alamat blognya dari Rita.
    Sabar saja atas apa yang terjadi.
    Tuhan memberkati

    Vonny

    ReplyDelete