20 May 2010

Masih tentang reksadana

hasil baca sana sini n teror tanya sana-sini
saya jadi mulai sedikit paham sama yang namanya reksadana ini.

kalo kita beli RD itu, yang dilihat bukan berapa jumlah uang kita,
tapi berapa Unit yang mampu kita beli dengan uang tersebut.

jadi misalnya begini.
waktu saya beli reksadana manulife saham andalan,
harga NABnya (nilai aktiva bersih) itu Rp. 1000.
nah, saya punya uang 100.000, jadi dengan uang segitu saya bisa beli 100 unit.



lalu hari ini saya coba cek di sini, harga NABnya naik jadi 1162,79 rupiah.
berhubung saya punya 100 unit, jadi uang saya yang semula 100rb, sekarang jadi 116.279 rupiah.

lumayan bukan...

apalagi kalo melihat tabel hasil investasi 1 tahun terakhir yg mencapai 48%.
wawww...
lebih tinggi *jauh* dari bunga deposito yak.....

nah tapi, untuk reksadana saham ini sebaiknya dipilih untuk tujuan jangka panjang (di atas 10 tahun)
karena kalo kita lihat tabelnya,
untuk investasi 30 hari terakhir, nilainya masih minus.

untuk yang jangka pendek sebaiknya taruhnya di reksadana pasar uang atau pendapatan tetap.
sedangkan untuk jangka menengah bisa di reksadana campuran.
CMIIW.

dapat saran juga dari temen, untuk RD saham,
jangan tiap saat dicek NABnya, bisa stress nanti karena kalo dalam jangka pendek harga tersebut masih bisa naik turun.
jadi diemin aja :)

kalo buat uang pensiun sih ini yang banyak direkomendasikan.

oia, untuk RDS ini, kalo mau redeem di tahun pertama dikenakan biaya 1,25%,
tapi kalo di atas 2 tahun free of charge.
mau redeemnya pun gampang,
tinggal telpon,
isi formulir,
dan sehari kemudian dana sudah masuk rekening kita :)


jadiiii...
mau beli yang mana ibu2?

7 comments:

  1. Mbak Tyaa, saya beli reksadana ini thn 2007 akhir, masih dapat harga 900-an, sekarang jadi 1100-an..alhamdulillah 3 thn naik juga NAB-nya :-).
    Semoga di thn ke 15 bisa minimal naik 25% ya mbak. Amin.
    High Risk High Return.

    ReplyDelete
  2. haha...iya pak semoga nanti NABnya naik :)

    ReplyDelete
  3. tya mau tanya dong, klo RDS itu kita beli 1x trus didiemin aja sampe berkembang, atau setiap bulan kita setor uang dalam jumlah yg sama?*tertarik RDS tapi masih bingung hehehe*

    ReplyDelete
  4. nah, kalo itu suka2 kamu aja sbg investor.

    kl misalnya 3 bulan sekali dpt uang kagetan n mau ditaruh di sini ya bisa aja,
    ato kl cuma karyawan kayak aku yg ngandelin gaji bulanan jd mending dibikin rutin belinya tiap bulan.

    intinya disesuaikan lg sm kemampuan dan kebutuhan masing2 investor :)

    ReplyDelete
  5. Mbak...setau aku yang banyak menawarkan produk investasi dalam bentuk rekasadana itu adalah persh. asuransi khan? contohnya Bank N*SP bekerjasama dengan Gr*at E*stern (jadi sebenarnya memang yang pegang kendali itu persh.asuransinya, bukan N*SP nya)

    Btw, kira2 apa yang harus dipertimbangkan sblm memilih bank/ persh. asuransi itu mbak? *bingung*

    ReplyDelete
  6. bantu jawab y..
    asuransi y perusahaan asuransi, investasi y MI, bank jg bisa bertindak sebagai agen

    tp klo perusahaan asuransi nawarin investasi y berarti unitlink

    klo mba dyan mw-nya investasi, klo dateng ke bank bilang aja mw beli reksadana. titik. klo ditawarin yg laen jgn mw hehe

    klo mw langsung ke MI jg bisa. list reksadana bisa dilihat di infovesta.com

    ReplyDelete
  7. mba, maksudnya jangka pendek, menengah, panjang itu berapa tahun?

    trus kl ambil jangka panjang misalnya, berarti ga bisa ambil uangnya sampe tahun yg ditetapkan tsb atw gimana?

    misal, aq mw ambil RD di mandiri, bisa auto debet kan ya?

    sorry silly question, habis baru melek beginian ya setelah liat2 TL di twitter ;P

    ReplyDelete