19 April 2010

Monday's Financial Clinic

Okeh, Senin adalah hari buat belajar keuangan keluarga.


hari ini saya mau coba share apa aja jenis keuangan yangharus disiapkan dalam sebuah keluarga.
eh tapi ini versi saya ya...*menteri keuangan amatiran*
sebagian besar nyontek dari QMFinancial, sebagiannya lagi disesuaikan sama kondisi :)




1. Housing Investment (status: checked!)
bersyukurlah kalian yang masih tinggal sama orang tua atau mendapatkan rumah warisan orang tua, karena jadinya kalian cukup nyiapin buat anak2 nantinya.
saya sendiri termasuk penganut pepatah jawa kuno *maksa* di mana kalo punya anak laki-laki harus menyiapkan 'papan' untuk bekal rumah tangga.
kalo anak perempuan mah ngikut suaminya aja.
nyahahaha...
ga deng...
sebisa mungkin our yellow house akan dipergunakan untuk bekal anak laki-laki kami nantinya.
tapi tetep akan berusaha ngumpulin buat bekal 'papan' anak berikutnya :)



2. dana pendidikan (status: checked!)
so far yang udah dilakukan ya invest emas itu.
untuk ke depannya tertarik membeli reksa dana pasar uang atau campuran untuk investasi per 5 tahun.




3. dana asuransi (status: on progress)
nah asuransi ini saya bagi jadi 2 bagian: asuransi kesehatan n asuransi jiwa.
untuk asuransi kesehatan, kami cukup beruntung bekerja di kantor yang mengcover biaya ini.
jadi sekarang fokusnya ke asuransi jiwa.

asuransi jiwa ini WAJIB dimiliki sama para suami, dengan Uang Pertanggungan yang bisa dipakai untuk hidup anak dan istri selama 10 tahun ke depan.
mengutip dr QM Financial:
UP Rp 100 juta akan bermakna besar jika penghasilan Anda Rp 1 juta per bulan. Namun jika penghasilan Anda Rp 10 juta per bulan, UP Rp 100 juta itu akan habis dalam waktu 10 bulan.

oia, tips dr QM juga, sebaiknya cari asuransi murni.
jangan yang unitlink (asuransi + investasi)
kenapa?
- kl asuransi murni: premi lebih kecil, UP akan lebih besar
- kalo mo investasi, mending ke reksadana, hasil akan lebih maksimal




4. dana pensiun (status: on progress)
nah, kalo yang satu ini, saya berencana untuk beli reksadana saham.
hasil baca-baca juga, untuk jangka panjang, sebaiknya pilih reksadana jenis ini.
kutipan lagi dr QM Financial:
  • Semakin muda Anda memulai Dana Pensiun, semakin sedikit komitmen investasi yang perlu Anda siapkan untuk Dana Pensiun yang besar ini. 
  • Riset menunjukkan untuk mencapai Dana Pensiun tertentu, jika Anda memulai investasi Dana Pensiun sejak usia 25 tahun, Anda hanya perlu berinvestasi sebesar Rp 100ribu per bulan. 


5. dana darurat (status: still far far away)
hahaha...saya tau ini salah banged.
dari 30% dana yang harus disihkan tiap bulan, 5%nya harusnya buat dana darurat, baru sisanya buat investasi n tabungan.
tapi poin yang ini malah kelewat.

jadi sepertinya pengumpulan dana darurat ini baru bisa dimulai akhir tahun ini, memanfaatkan uang THR dan bonus.
untuk dana darurat ini, sebaiknya siapkan dalam bentuk yang mudah dicairkan.
kami berpikir deposito.
bunga memang tidak besar, tapi kalo memang ada kenapa-kenapa, akan lebih mudah diambil dibanding reksadana.


----------------------------------------------------------------------

nahhh....kalo 5 poin di atas udah aman, kayaknya boleh deh gaya2an beli stroller 7 juta!
nyahahahaha....
becanda....
no offense yaaa......






14 comments:

  1. hehe..gw jg mantengin si jeng ligwina tiap senin :D btw, mau koreksi aja, kalo ga salah, asuransi jiwa itu bukan wajib untuk suami..tapi wajib buat breadwinner of the family...atau siapapun yg berkontribusi buat keuangan keluarga. kalo emang suami nya yg meng cover scr mayoritas, berarti suami yg wajib punya,tapi kl penghasilan istri jauh lebih besar, brarti istri yg di cover. Atau kalo dua2nya sama2 pny kontribusi penting ke keluarga(gaji hampir sama) dua2nya perlu dicover juga..
    cmiiw ;)

    ReplyDelete
  2. noted!
    brarti gw juga harus punya AsJiw :)
    Thanks din...

    ReplyDelete
  3. kalo dana darurat sih menurutku jangan ditaro di deposito Tya. Kalo deposito tuh kan minimal jangka waktunya 1 bulan, itu juga bunganya ga berasa. Kalo tiba-tiba tengah bulan butuh apa2 yang darurat musti nunggu bulan depan dong baru cair.
    Jadi mending ditabung di rekening yang biaya admin-nya kecil atau gak ada sama sekali (TabunganKu?)
    Tapi musti disiplin, kalo gak butuh bener2 jangan diambil. Gitu sih menurutku :p

    ReplyDelete
  4. ahh....senangnya dpt ilmu dr ibu2 cerdas macam kalian ini :)
    makasih...makasihhh....

    ReplyDelete
  5. setuju sama nia. klo dana darurat sebaiknya ditaro di tabungan yg bisa diambil kapan aja. klo deposito kan klo pun bisa kena penalti. sayaang...
    dan emang ya penting banget. gw udh membuktikan ;)

    ReplyDelete
  6. SIP!
    deposito coret, ganti ke TabunganKu aja :)

    ReplyDelete
  7. jeng tya..asunransi jiwa jadinya ngambil apa??
    UP berapa & Preminya berapa??
    pengen tauu..sebelum milih yang terbaik *haiyah bahasaku*

    ReplyDelete
  8. aku berencana ambil bumiputera mbak amnah :)
    kalo ngeliat UP, pgnnya sih yg 120 kali gaji bulanan suami, tapi preminya jadi tinggi banged ya?
    huk,...huk...belum mampu.
    jadi sekarang baru bisa ambil premi yg 100-200rb an.
    jadi UPnya yg menyesuaikan :)
    mudah2an nanti kl ada rejeki, preminya bisa dinaikin.

    ReplyDelete
  9. mbak tya,
    aku silent reader mbak slama ini..
    ahh aku suka skaliii blognyahh.. :D
    ibu2 muda skaliii, hihi..

    aku mo komen ttg dana darurat..
    mnurutku, kalo jumlahnya di atas 10 jt (klo g salah), mnding taro di citibank aja, ga ada biaya admin bulanan, bisa ambil di atm bersama tanpa biaya, gampang cairnya, pleus bunganya lumayan.. :)

    smoga mmbantu mbak.. :)

    ReplyDelete
  10. hai ita....
    salam kenal yah :)
    btw thanks infonya!
    boleh tuh dijadikan pertimbangan bank...hehe... *andaikan gw punya 10 juta :p*

    ReplyDelete
  11. samaan mba..dana darurat yg paling susah y hahaha
    kepake buat urus surat2 rumah :D

    ReplyDelete
  12. haha...iya....surat n pajak rumah tuh lumayan mihil juga ternyata ya...
    hik...hik...

    tp ayo bu kita kumpulin agi rupiah demi rupiahnya...hihi...

    ReplyDelete