8 February 2010

Tips membeli rumah

hoho....ga...saya belum jadi marketing propety ato ahli finasial....
cuma mau sharing aja beberapa hal yang saya dapet waktu konsultasi sama pihak bank.
ditambah rajin baca-baca blog bapak anjar ini.
berguna banged deh blognya :)

Tips # 1: kenali kemampuan pembelian anda
biasanya pihak bank mematok jumlah cicilan sebesar 30% dari gaji. apabila jumlah cicilan rumah yang anda incar lebih besar dari 30% ini biasanya bank akan meminta anda memperbesar DP atau menambah tahun angsuran supaya nantinya jumlah cicilan rumah ga melebihi 30% dari gaji anda.
oia, jumlah 30% ini tidak dihitung dari keselurahan gaji anda, melainkan 30% dari jumlah gaji anda dikurangi cicilan lain2.

misalnya gaji anda 5 juta, tapi anda masih nyicil mobil 1 juta, dan punya kartu kredit dengan limit 5 juta. nah si bank akan menghitung 10% dari jumlah limit tersebut sebagai pengurang gaji anda.
jadi jumlah cicilan yang akan di approve bank sebesar: 30% x (5jt-1jt-500rb) = 1.050.00 rupiah.
nahh...jumlah ini lah yang akan disetujui si bank untuk kita bayarkan tiap bulannya.
apabila ternyata jumlah cicilan rumah masih jauh lebih besar dari angka ini, maka bisa dipastikan kita harus menambah DP (untuk mengurangi cicilan), atau menambah panjang jangka waktu pembayaran.

sebagai gambaran, berikut contoh hitungan dengan bunga 14% dan jangka 15 tahun.
maka kita bisa meminjam:
100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4-5 juta
150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6-7 juta
200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8-9 juta

tapi ini masih hitungan kasar yaa....jumlahnya masih bisa naik-turun tergantung suku bunga, jangka waktu pinjaman, dan jumlah tanggungan hutang2 kita yang lain.
jumlah di atas pun adalah 80% dari biaya rumah, karena biasanya hanya jumlah seginilah yang diperbolehkan bank untuk kita pinjam.
jadi kalo kemampuan kita ada di angka 100 juta misalnya, maka kita boleh melirik2 rumah seharga 125 juta.


Tips # 2 : hitung usia produktif anda
untuk karyawan swasta kan usia pensiun 55 tahun, jadi ini akan mempengaruhi masa pinjaman kita ke bank.
kalo untuk kita2 yang masih di bawah 30, kita bisa pinjem dengan jangka waktu cicilan sampe 20 tahun, tapi untuk yang udah berumur 37 tahun misalnya, pasti pihak bank hanya akan menyetujui jangka waktu pembayaran selama 10-15 tahun.
tapi untuk diingat, alangkah lebih baik bila kita bisa menyingkat jangka waktu pembayaran, karena semakin lama jangka waktu, semakin besar uang yang kita bayarkan ke bank. rugi bandar.hehe.
selisih cicilan pun ga besar kok, untuk selisih 5 tahun, paling selisih rupihanya cuma 300ribuan.


Tips # 3 : hitung kemampuan pembayarn pertama anda
nah ini yang saya maksud dengan biaya lain2 itu.
biaya notaris lah, biaya pajak lah biaya sertifikat lah, biaya administrasi lah, dan ini semua ga bisa dipandang sebelah mata karena jumlahnya ternayta cukup besar juga.
ambil contoh kemampuan meirik rumah seharga 125jt, maka DP yang harus dibayarkan adalah 25 juta.
tapi untuk pembayaran pertama kita harus menyiapkan: 25jt + 12,5jt (10% dari harga rumah untuk biaya lain2 itu) = 37,5jt.
selanjutnya tinggal membayar cicilan bulanannya.
tapi lagi2 ini masih hitungan kasar ya...bisa naik bisa juga turun :)




Tips # 4 : pilih rumah yang cocok dengan anda
pilihannya ada 2, rumah baru atau rumah second.
ini coba saya tulis plus minusnya yaaa

rumah baru:
(+) harga lebih jelas, ga pake tawar2an
(+) komponen rumah pasti masih lebih bagus dibanding rumah second
(-) dana cash yang disiapkan biasanya cukup besar
(-) ada masa inden sampai kita bisa menempati si rumah *di BSD bisa sampe 2 taun nunggunya*
(-) belum tau tetangga kanan kiri
(-) banyak kejadian, rumah yang dijanjikan telat pembangunannnya atau ga sesuai sama brosur

saran untuk yang ingin beli rumah baru:
1. cari developer yang bisa dipercaya dan memiliki track record yang bagus
2. sebaiknya pilih perumahan yang sudah ada rumah contohnya atau sudah ada cluster yang dibangun jadi kita ada gambaran kayak apa nanti bentuk si rumah
3. awasi betul pembangunan, sebaiknya luangkan waktu di weekend untuk liat progress si rumah
4. ketika rumah sudah jadi, langsung cek segala2nya, kalo ada yg ga sesuai ato ada yg rusak, langsung komplen ke developer karena kita punya hak untuk mendapatkan rumah prima sesuai yg dijanjikan.
5. jangan ragu untuk bawel ke pihak developer atau bank pemberi KPR :)


rumah second
(+) harga di bawah rumah baru
(+) sudah bisa tau kondisi dan suasana sekitarnya
(+) sistem pembayaran DP bisa lebih lunak dibanding rumah baru *tergantung si pemilik rumah sih..hehe..*
(+) bisa langung ditempati
(-) kudu nawar
(-) kondisi rumah mungkin sudah tidak seprima rumah baru
(-) sial banged kalo dapet tetangga ganggu
(-) ga bisa komplen ke pemilik rumah ketika rumah sudah ditempati. beli putus coy...


saran buat yang mau beli rumah second:
1. cari rumah second yang sudah layak tinggal, jangan mentang2 murah trus langsung beli padahal kondisinya amburadul. karena biaya renov juga lumayan besar lhoo...
2. baik2in si pemilik supaya bisa nego harga dan DP...hehe...
3. lebih enak beli rumah baru ke pemilik langung, kalo lewat agen biasanya harganya lebih tinggi.
4. ajak tukang bangunan yang kita kenal buat ngecek2 kondisi rumah.
5. ramah dan berbaik hati lah sama tetangga kanan-kiri depan-belakang, karena di kondisi yang menyulitkan mereka pasti jadi penolong kita :)

Tips # 5 : Lokasi, lokasi, lokasi
nah...kalo yang ini panjang nih urusannya.
untuk cari rumah, sebaiknya cari lokasi yang OK banged:
1. banyak pilihan sekolah buat anak
2. ada pasar, mall, rumah sakit dan dekat dengan fasilitas kendaraan umum
3. lokasi memiliki nilai investasi yang tinggi
4. sebaiknya...sebaiknya nih yaa...lokasi rumah dekat sama kantor istri :) bukannya apa..gimanapun juga istri2 anda ini pasti jauh lebih banyak terlibat dalam urusan rumah. kesian banged kalo rumahnya jauh dari kantor, pulang kantor, capek2, masih ngurusin anak, ngurusin kerjaan rumah, ngurusin suami pula....hehe....


nahhh...rasanya cukup sekian tips dari saya calon pembeli rumah amatiran...kalo ada tambahan, mohon di share di sini :)

4 comments:

  1. mo nambahin bole ya tya:

    Kalo milih rumah baru, liat-liat juga pengembangnya kredibel ngga. Google for reviews atau tanya2 orang yg tinggal di sana. Kadang developer suka nakal dan milih bahan baku yang "murahan" jadinya ga awet.

    Dan kalo rumah baru tipe 21 atau 36 biasanya belum sekalian dapur, jadi kita musti siapin ekstra dana buat bikin dapur sendiri.

    Kalo rumah seken, musti mikirin juga persyaratan surat2nya lengkap atau engga, untuk menghindari sengketa keluarga. Pastiin juga semua tagihan listrik, telpon dan pajak udah lunas semua, biar gak dikejar2 debt collector :))(ini kejadian loh)

    Nia
    -sesama pemburu rumah-
    hehehehe...

    ReplyDelete
  2. haha house hunter! toss!

    iya ni...bener..cari developer yg terpercaya...sepupu gw uang DPnya dibawa kabur aknum developer di daerah kukusan, depok.

    soal rumah secend...hooo...iya bener juga tuhh...mesti diurus bener...
    rugi bandar kalo kita yg bayar semua tagihan itu.
    sip sip!!!

    gimana sama si rumah inceran ? :)

    ReplyDelete
  3. @tya:
    puji Tuhan so far udah deal harga, sekarang lagi ngurus pinjaman KPR ke Bank Niaga

    doakan semoga semua lancar yaa..semoga appraisal dari bank bagus jadi kita gak perlu bayar DP gede2 huhuhu...

    semangaattss!

    ReplyDelete
  4. Saya cuma mau share aja mbak...ini pengalaman kakak saya yang ambil kredit KPR di Bogor tapi setelah hampir setaun belum akad kredit juga padahal udah DP...

    sebelumnya udah pernah dipanggil untuk akad tapi tiba2 dibatalin...baru2 ini juga katanya mau akad tapi batal lagi... :(

    Makanya hati2 banget ketika mau tanda tangan surat2... karena saat kita lengah itulah yang dipakai untuk 'memaksa' kita tanda tangan...

    mudah2an nggak ada yang mengalami hal seperti kakak saya...

    ReplyDelete