4 December 2009

Ketika Batas itu Terlihat

setelah hampir sebulan terkatung2 ga jelas, hari selasa kemarin saya berhasil mengumpulkan keberanian untuk melakukan tes CA 125.
tes ini sebenernya simpel banged, cuma diambil darahnya sebentar yang pastinya ga sakit sama sekali, tapi hasil dari tes itu loh yang bikin deg2an.
saya ga berani menghadapi kenyataan harus melihat hasilnya. apapun itu.
cemen mode on.

singkatnya tes ini adalah suatu tes untuk tahu keberadaan benda asing di ovarium saya itu bisa digolongkan tumor atau tidak.
nah yang bikin takut adalah....gimana kalo ternyata iya?
kalo ternyata ada tumor di ovarium saya?
aduhh....saya belum berani menanggung kenyataan itu.

selama ini saya denger kata tumor cuma dari textbook biologi yang biasa saya hantarkan ke anak2 sebagai bahan ngajar.
ato dari film2.
bukan dari dunia nyata.
kayanya hal-hal macam itu jauhhhh...bangeddd dari dunia saya.

rasanya saya ga sanggup kalo harus mengetahui bahwa saya terkena tumor :)
kulit saya masih kenceng semua, muka masih cantik, badan masih seger dan sehat...koq ya bisa kena tumor?
rasanya ga rela.
hehe...

untungnya....
dari batas normal 35, hasil tes saya 28, jadi masih tergolong normal.
tidak ada tumor.
titik.

lega pasti.
bersyukur tentu saja.

tapi bukan itu yang penting.
hari selasa kemarins saya mendapatkan satu lagi pelajaran hidup yang rasanya berharga banged.
ga mungkin saya mendapatkan pencerahan semacam ini kalo ga 'dikasih' cobaan macam endometriosis ini :)

jadi ketika menunggu hasil tesnya keluar (3 jam), saya berusaha mengalihkan pikiran2 aneh saya.
saya ke salon, saya belanja, saya makan enak.
tapi justru ketika kepala saya sedang dipijat, rambut saya diolesi krim2 penguat rambut, saya jadi berpikir.
sampai kapan saya bisa memiliki rambut lurus yang bebas smoothing ini?
rambut hitam yang ga perlu berulang kali bleaching?
rambut tebel ga perlu bolak-balik salon perawatan?
*eh kok malah jadi narsis?hehe*

intinya ketika itu saya seperti disadarkan sama Tuhan bahwa apa yang saya miliki sekarang ini cuma titipan.
cuma sementara.
kalo Tuhan berkehendak, rambut indah nan bagus ini pun bisa diambil sewaktu2.
*iya dong, kalo ternyata tumor kan biasanya merembet ke kanker, dan harus kemo bukan? wii....pastinya saya akan jadi perempuan berambut rontok yang lebih mirip manusia tulang berbalut kulit. jauh dari cantik. jauh dari sehat*
rambut sayapun ga berarti apa2.

sama seperti kesehatan saya.
pekerjaan saya.
suami saya.
dan semua yang saya miliki saat ini.

saya jadi diingatkan bahwa hidup cuma sementara aja.
sewaktu2 nafas inipun bisa dicabut.
dan kita ga pernah tau kapan.

makanya kejadian -hampir-diduga-kena-tumor-tapi-ga-ternyata-tidak- ini semakin membuka mata saya bahwa kita harus BERSYUKUR.
dan ga cuma itu, kita harus menikmati dan memanfaatkan setiap detik kehidupan kita, setiap kejadian yang menghampiri kita, setiap apapun yang ada di kita.
harus disyukuri, karena sewaktu-waktu semua itu bisa hilang.

hidup ini singkat koq, makanya saya sadar, mumpung masih dikasih nafas, masih dikasih sehat, masih dikasih kemampuan untuk membantu orang lain, ya saya mau manfaatin itu sebaik2nya, sepuas2nya, karena kemaren saya disadarkan bahwa orang yang kelihatannya super duper sehat ga pernah sakit pun ternyata bisa aja punya monster di dalam tubuhnya.

saya bersyukur masih dijauhkan dari hal-hal berbau tumor, kanker dan benda2 semacam itu.
dan masih dikasih kesempatan untuk 'nabung' kalau2 sewaktu2 batas masa belakunya hidup saya di sini sudah expired.

iya loh...tiba2 masa2 menunggu hasil tes menjadi 3 jam yang berharga buat saya.
hati rasanya plong banged mengingat bahwa akhirnya saya bisa pasrah.
meskipun harus 'dipaksa' macam ini :)
tapi iya, mungkin memang jalannya harus seperti ini.
harus kesandung dulu baru sadar.

makanya sekarang sama sekali udah ga maksa2 harus punya anak.
toh Tuhan sudah menganugerahkan suami luar biasa untuk saya.
untuk menemani hari2 yang singkat ini.
ya saya nikamti aja tiap detik kebersamaan kami.
ga sulit koq :)

untuk kepemilikan duniawipun sekarang saya lebih santai.
kalau memang sudah jodohnya, pasti akan jadi milik kami.
dana yang ada sekarang, ya kami syukuri dan nikmati sebaik2nya.

oia, sayapun memiliki pemahaman baru tentang benda yang namanya uang.
sekarang saya semakin paham bahwa tiap kita ini punya 'tugas' masing2 di dunia.
Tuhan udah kasih perannya masing2.
begitupun dengan uang.

saya ga tau ini bener ato salah.
tapi menurut pemikiran saya begini.
Tuhan mempercayakan sejumlah uang kepada kita, misalnya melalui pekerjaan kita, itu pasti untuk dipergunakan sebaik2nya bukan?
Tuhan mau tau kita bisa dipercaya ga dengan uang itu.
kita mempergunakan uang itu untuk kepentingan sesama ga?
untuk membantu orang lain ga?

saya percaya, kalau kita 'bijak' mengelola uang dan harta kita, bukan cuma untuk keegoisan kita sendiri, Tuhan pasti akan memberikan lebih dan lebih, karena Tuhan tau dengan apa yang kita miliki, orang di sekitar kita jadi terbantu.
jadi ikut bahagia.

buat analogi, saya selalu menekankan ke murid2 saya, kalau kamu pintar dalam satu hal, kamu punya kewajiban untuk membantu teman kamu. kamu ajari dia, pasti Tuhan ga akan mengurangi kepintaran kamu, justru Ia akan menambahkannnya berlipat2.

dan lagipula, ga ada gunanya loh numpuk harta berlimpah2 rumah tapi sodara2 kita ga pernah kita tolong.
toh kalau kita meninggal, uang itu ga bisa kita pake koq.
di surga *ato neraka?* ga ada mall.
hehe....

3 comments:

  1. suka bgt sm kata2 ini
    "makanya sekarang sama sekali udah ga maksa2 harus punya anak.
    toh Tuhan sudah menganugerahkan suami luar biasa untuk saya.
    untuk menemani hari2 yang singkat ini.
    ya saya nikamti aja tiap detik kebersamaan kami.
    ga sulit koq :)"
    intinya kita harus selalu bersyukur ya bu... makasi buat tulisannya, menginspirasi saya bgt yg lg "agak" sedikit sedih krn belom dikasih baby :)

    ReplyDelete
  2. Yoi bgt tya..kalo gak dikasih 'sentilan' ma YG NGASIH HIDUP manusia kadang ngerasa nya emang yg paling2 deh. 'Sentilan' kecil itu jg bikin gw nyadar hidup gak slalu harus spt yg kita harapkan. DIA lebih tau yg kita butuhkan. Selamat saling menguatkan ya..Ini yg bikin janji perkawinan 'LEBIH HIDUP' hehehe

    ReplyDelete
  3. terharu banget sama kata-kata Tya.. very inspired :)

    ReplyDelete