Skip to main content

We're having a baby!

no....... I'm not pregnant (yet)

anak kami yang pertama ini namanya
AITURU, tinggal di Pantai Kasuari, Papua.
mulai bulan kami ini sepakat menjadi orang tua asuh dari anak kami ini.

tapi saya harap, tulisan saya kali ini jangan dianggap sebagai eksploitasi ato pamer ato apa ya.
hanya ingin cerita saja.

untuk teman-teman yang tertarik menjadi orang tua asuh, bisa masuk ke link World Vision Indonesia ini.

setiap bulannya, kita mendonasikan 100K IDR ke rekening WVI dan dananya akan digunakan untuk kelangsungan hidup si anak.

saya tau program ini dari jeng Bonnie, salah satu teman yang sering mampir ke blog ini.
thx ya bu :)

tulisan2nya banyak membuka mata saya.

kalau kita bisa 'membuang' 100K IDR untuk sekali kunjungan ke tempat makan, ato bahkan menghabiskan berlipat2nya untuk sepasang sepatu ato tas ato make up ato benda-benda lain yang akhirnya hanya menumpuk di rumah, apa susahnya mendonasikan uang sejumlah itu yang ternyata bisa digunakan untuk kelangsungan hidup seorang anak selama 1 bulan?


saya dan suami percaya, dalam hidup ini, setiap pribadi memiliki 'tugas'nya masing-masing.
dan apabila saat ini kami diberi kemampuan untuk bisa membantu seorang anak di Papua sana,
apa salahnya kami jalani 'tugas' ini dengan sebaik2nya?
kami masih berharap dan juga berusaha untuk bisa menjadi orang tua dari anak-anak lainnya yang juga ada di Papua, Singkawang atau di manapun juga.
karena dari hari ke hari, semakin banyak anak yang ditelantarkan,
anak yang dibuang,
anak yang tidak bsia mendapat kesempatan untuk mendapatkan hidup...

sampai nanti akhirnya kami dipercaya jadi orang tua dari anak yang akan dititipkan Tuhan dalam rahim saya,
kami sudah bahagia memiliki anak pertama kami.
doakan kami supaya ada AITURU-AITURU selanjutnya ya...:)


Comments

  1. Uuuhhh...so sweet. Kayanya perlu di contoh niy..^^

    ReplyDelete
  2. Great idea Tya! Patut untuk dipertimbangkan :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Uang Pangkal Sekolah

setelah dihitung2 ulang, ternyata investasi LM saya yang cuma 10 gr/tahun (200rb-an/bln)  harus direvisi nih....
hehehe...

kalo bertahan di angka tersebut, uangnya cuma bisa utk masuk TK,
sementara utk masuk SD setidaknya butuh 20gr/thn (400rb-an/bln)

hoshh...hoshh...

untuk masuk SMP lebih parah lagi...
makin ga kekejar kalo 'cuma' LM ternyata.
apalagi kalo AsPend n TaPend,
makin ga nyampe deh angkanya.
busetttt...

Menginap di caravan hotel - taman safari indonesia

Sekitar bulan februari (kalo ga salah) liat foto2 kak @sondangrp dkk camping rame2, kok kayaknya seru.

Trus jadi pengen.
Tapi pas liat rate nya, kok mahal! Haha..

Akhirnya diskusi sama ibu2 cabe rawit di grup dan keluarlah ide menginap di caravan ini.
Ratenya separuh dari tempat camping kak sondang, dan tempatnya masih berbentuk 'bangunan' jadi bisa semacam pemanasan sebelum anak2 camping beneran di tenda.
Untungnya jeng lia berbaik hati ngurusin dan booking jadi kita bisa dapet 3 caravan yang deketan (dan lokasinya enak!).

Fyi, kita booking dari maret utk menginap akhir mei ini.
Untuk rate caravan di wiken: rp. 1.050.000 include breakfast utk 4 orang. Plus kita bisa beli 4 tiket safari seharga rp. 100.000 (dari rp. 150.000).
Lumayan ya!

Dan pas akhirnya sampe sana, Aduhhh senengg deh..

Lokasinya benar2 di tengah hutan, Jadi pohon2 pinus tinggi di mana2, Ada air terjun mini, Kolam angsa, plus ada monyet dan rusa di dekat restoran.

Anak2 heboh deh liat beginian :)))

Asli ya anak…

Perpanjang paspor di BSD

Sejak akhir tahun 2015,
Mastin akhirnya menghampiri warga BSD dalam hal pengurusan paspor
(Oh ada yg ga tau mastin? Coba deh gugling dengan keyword jingle mastin.. Dijamin terngiang2... Ahahahhahaha)


Singkat  kata, per 30 desember 2015 sudah dibuka kantor imigrasi kelas 1 tangerang cabang BSD.
Lokasi di ruko golden boulevard, tepat di sebelah natasha skin care.
Kalo bapak-bapak biasanya sih tau ruko golden boulevard soalnya banyak tempat pijat plus-plus :)))))

Nah berhubung bakal pergi bistrip bulan depan sedangkan paspor habis di bulan mei, jadi tadi saya dan si ayah nyobain perpanjang paspor di ruko yang cuma sepelemparan kolor dari rumah (uhuk pamer




Sayangnya untuk layanan online dan pembuatan e-paspor belum bisa dilakukan di sini, Jadi tadi kami datang pukul 7.30 untuk ambil antrian.
Menurut petugas, dalam satu hari dibatasi 100 nomor antrian, supaya tidak terlalu chaos.
Tadi pagi sih lumayan tertib ya antrian ambil nomornya.
Setelah ambil nomor, kami isi-isi dokumen lalu duduk sa…