27 December 2008

PETAKA vendor...part 1

tadinya ga mau nulis di sini niyh.
mau coba ketemu n bicarain baik-baik, tapi ada daya, proses negosiasi ga berjalan lancar.

ya sudahlah.

nama dan produk pun saya samarkan karena saya ga mau dianggap merusak bisnis orang.
hehe...

okeh, ceritanya begini:

tanggal 15 november 2008 kami menandatangani kontrak dengan salah satu wedding vendor disertai transfer sejumlah dana sebagai uang muka.
dalam kontrak tersebut, dengan jelas tertulis, barang akan kami terima tanggal 15 Desember 2008 diantarkan ke tempat penerima (dalam hal ini kami)

so, ga salah dong ketika pada tanggal 14 desember saya sms begini ke si vendor:
mas A, nanti 'barangnya' dianter ke kantor mas dito aja ya, di jalan pakubuwono sekian sekian sekian.


smsnya tak berbalas.

akhirnya, tanggal 14 malem, saya telepon si owner, maksudnya mau konfirmasi tempat pengiriman 'barang' supaya dia ga nyasar muter2 nyari kantor mas dito.

betapa terkejutnya saya ketika si owner bilang bahwa 'barangnya' belum jadi n dia sendiri yang menjanjikan hari rabu tanggal 17 Desember 2008 akan diantar.

OK, kami menunggu sampai hari rabu.

sengaja kami ga nelepon atau sms lagi karena kami ga mau memburu2in si owner.
kami teringat pesan ibu-ibu di forum weddingku: jangan ngeburu2in dia deh, takutnya malah 'barangnya' berantakan.

so, ya saya menunggu kabar dari si owner ajah.

akhirnya hari rabu tanggal 17 Desember 2008 jam 7 malam si owner nelpon:

mbak tya, 'barangnya' udah jadi. itu berita baiknya. tapi ada berita buruknya nih mbak. quality controlnya agak lepas, jadi hasilnya ga sesuai standar kami. nanti kan orang saya akan kirim ke mbak, mbak tya liat dulu dan kami akan ganti semuanya.


oh...oke....
meskipun agak shock, tapi kami masih berusaha sabar karena melihat ada itikad baik dari si owner untuk mengganti 'barang' kami.
lagian kami mencoba positif thinking, lha wong temen2 kami yang juga memakai jasa si vendor merasa puas-puas aja koq. jadi kami tetap mempercayakan 'barang' kami pada si vendor.

akhirnya, setelah melihat 'barangnya' yang memang agak berantakan, kami kembali nelepon si owner dan setuju untuk diganti dengan yang baru.

ketika itu, hari rabu tanggal 17 Desember 2008, si owner bilang begini:
OK mbak, kami minta waktu seminggu ya, paling lambat hari rabu 'barang' udah mbak tya terima. kami usahain banged hari senin, tapi paling lama rabu ya.


sip! kami setuju.
yang penting 'barang' kami jadi, rapi, dan bagus.
meskipun agak deg-degan juga karena seminggu setelah tanggal 17 kan udah tanggal 24.
rencana kami, pas hari natal itu inginnya kami titipkan ke beberapa pihak yang memang pasti ketemu di hari raya.

tapi yasudlah, kembali kami mencoba bersabar.

tiba di hari senin, kami mencoba sms si owner, cuma menanyakan kabar 'barang' kami.
si owner bilang belum selesai.

oke, kami tunggu sampai hari rabu.

hari rabu pagi, kami kembali sms si owner, menanyakan jam berapa akan dikirim karena malam itu kan malam natal, kami sekeluarga pasti menghabiskan waktu di Gereja.
takutnya ketika kami di Gereja, si owner dateng ke rumah kan sama aja boong ga ketemu juga.

sms lagi-lagi ga berbalas.

akhirnya saya telepon oknum E.
oknum E ini adalah orangnya si owner yang mengerjakan 'barang' kami.
sebenernya kami agak merasa, koq kami 'dioper' ya ke oknum E ini?
jadi yang bikin bukan si mas A?

tapi ya sudlah, ga mau berprasangka buruk.

nah, si oknum E ini ga bisa menjanjikan jam berapa akan mengirim barang.
dia cuma bilang jam 9 malam baru akan dikabari.


hhhmmmppphh...rasanya udah mulai ga sabar niyh.
KOQ MUNDUR-MUNDUR TERUS SIYH????

0 observations:

Post a Comment