8 December 2008

my life is an open book

itu judul bukunya mbak lini.


see.......bagus kan covernya?
apalagi pas baca isinya!
ckckckckck...ga brenti2nya brpikir...
koq bisa ya nulis kayak gitu?
berani bener niy orang!
rada gila sedikit.....hahahahaha.......

apalagi kalo liat sosoknya yang imut-kecil-mungil-manis-lincah-cengarcengir-pcicilan...
bener2 ga nyangka ini orang yang sama yang mengalami jalan hidup yang demikian keras.

jadi bukunya ini memang based on true story.
autobiografi yang bener2 menginspirasi.
ga seperti autobigrafi pada umumnya yang mengumbar cerita2 keberhasilan si penulis,
buku ini justru menelanjangi penulisnya.

ga ragu2 mbak lini menceritakan masa lalunya yang berat,
pergolakan-pergolakan batinnya,
luka hati yang mengendap bertahun-bertahun,
dan segala perjuangan yang dijalani berdua 'si ayah'.

sedikit banyak, suami mbak lini ini mengingatkan saya akan sosok si mas.
ada beberapa kemiripan sifat yang membuat saya tersenyum2 sendiri membayangkanmaskuw tersayang itu.

hehe....

trus, yang kerennya lagi, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari buku ini.
pelajaran untuk memaafkan,
untuk sabar,
untuk percaya,
untuk bermimpi,
dan untuk terus berdoa....

hhhmmm....kwerenh deyh!!

perjuangan untuk menikah, perjuangan menjalani pernikahan, semuanya gamblang di buku ini.
bahkan ada satu untai puisi, yang kalau diijinkan sama penulisnya, akan saya pakai untuk kutipan buku misa nikah kami nanti:

Karena Tuhan kami percaya
pada kekuatan doa

Karena Tuhan kami berharap
dan sabar menanggung kesedihan

Karena Tuhan kami memahami
kasih menyatukan segala perbedaan

Karena Tuhan membuat kami menjadi kuat
sebab Cinta adalah
keputusan,
kemauan,
dan
kehendak
untuk
membahagiakan

5 comments:

  1. dear tya n dito,
    baca komenmu aku mrembes mili (tau kan? klo ga tau, tanya romo Hadi hahaha...)

    puisinya mo ditaro di buku nikah boleh aja kok...

    itu puisi kubuat last minute buku nikah mau dibikin Dny
    dalam keadaan totally hopeless, totally pasrah

    tnyata
    besoknya kusodorkan ke Om-Tante
    Om mrembes mili
    Tanteku - seperti biasa - lsg nangis

    bocoran bacaanku waktu itu:
    Kol 3:12-17
    Yoh 17: 20-24

    bacaan Injilnya emang rada ga nyambung, tapi itu yg kurasain waktu itu. Pastor Jacques dengan kebesaran hatinya bilang, "ga ada yang ga nyambung..."

    makanya, waktu pemberkatan rumah, aku pake lagi 2 bacaan itu. dibawakan Romo Indra Sanjaya (pakar KS, dosen di Kentungan juga)

    cover buku, klo boleh koreksi, itu versi ebook
    versi cetaknya ada di http://via-lattea.org/images/stories/Cover-MLiaOB-front.jpg dan http://via-lattea.org/images/stories/Cover-MLiaOB-back.jpg

    :D

    ReplyDelete
  2. aku tanya Papa Bill, camerku mbak, ey trus beliau bilang: mrembes mili itu menangis sedikit....hehe.....

    waaa...kami jadi terharu....

    fotonya udah diganti sama si mas, buku aslinya mbak langsung difoto gitu :)

    ReplyDelete
  3. wahh... mbak lini

    surprisingly, bacaan pertamanya sama nih sama kami, dari Kolose 3:12-17.. soalnya ada satu quote ayat yang kami suka banget:
    "Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."

    kalo bacaan Injil nya kami ambil dari Yohanes 15:9-12

    hehehhee....

    ReplyDelete
  4. dear Tya n Dito,

    wuaaahhh jadi tambah keren... langsung difoto...
    tengkiyuuu...

    wah, bacaannya sama?
    aseeeekkkk...

    klo gitu nti aku kadoin spesial buat kmu b/2 deh

    :D

    ReplyDelete
  5. Mba Lini, minta ijin juga untuk mengutip puisinya di buku misa nikah kami..

    ReplyDelete