25 June 2008

the bed that we like

Salah satu hasil dari jalan-jalan ke ICRAFT minggu lalu, kami ketemu penjual furniture berbahan baku kayu jati... Dia punya showroom di Belleza, dan ambil barang dari pengrajin di Jepara. Bagus-bagus lho modelnya. Tapi yang jadi the biggest concern adalah tempat tidur!! Hehehe, mau jadi apa kalo nikah tapi tempat tidur aja gak ada? :p

Model tempat tidurnya kira-kira kayak gini:

Keren ya? Kayanya bakal nyaman banget being on top of that. Hahaha...

Things that make us fall for this bed are these:
SATU

Lihat deh bagian kepala tempat tidurnya. Aksen balok kayu yang dipasang horizontal simple tapi ga biasa ya? Jadi ga perlulah macam ukiran-ukiran yang akan bikin 'berat' dan 'tua'. Hehehe... Oya yang di foto itu, bagian-kepala-tempat-tidurnya (need help: the nickname of it!!) dibuat melengkung.. Keren sih buat ornamen, tapi bentuk kaya gini bakalan butuh space yang lebih banyak dibanding kalo dibuat lurus aja ke atas.

DUA

Sisi bagian bawah kasur dikasih laci buat naruh pernak-pernik atau buku atau majalah atau apapun di sekitaran kamar. Oke juga sih ide ini, kamar harusny jadi ga keliatan penuh barang dan ga jadi 'tempat penampungan'. Pernah baca di satu majalah (atau tabloid?) tentang rumah gitu, bahwa:
idealnya kamar jangan dijadikan tempat untuk menyimpan banyak barang karena akan berpotensi menyimpan debu lebih banyak dan tentu saja itu ga sesuai dengan esensi kamar sebagai tempat istirahat yang notabene sebaiknya bersih dan rapih
....
Hmmm... bener juga ya kalo dipikir-pikir...

Oke, model sudah oke, kami iseng tanya-tanya ke penjualnya tentang harga tempat tidur + perbaot-perabot yang lain (mumpung! :p)
  1. Jika dibuat dengan ukuran 200 x 180 m2, dengan spesifikasi dan model seperti di atas, harganya kira-kira IDR 5 Jutaan!!!! Harga itu belum termasuk kasur lho. Tanya-tanya tentang kasur, kalo merek King Koil yang latex bisa sampe IDR 20 Juta (semoga gue salah denger! semoga yang bener 2 Juta... tapi ga mungkin yah? :p)... Cukup mengelus dada mendengar hal ini. Tapi penjualnya memberikan alternatif sih, katanya kasur-kasur 2nd liner macam Florence juga cukup bagus, walo tetep masih mahal. Hehehe...
  2. Untuk lemari 2 pintu dengan lebar 1.2 meter dengan tinggi dan tebal standar, dan ga banyak detil dalam artian ukiran-ukiran gitu, mereka kasih harga sekitar IDR 8 Jutaan..
  3. Dan sebagai alternatif dressing table, karena dirasa akan kelihatan 'berat' dan 'kaku' kalo pake dressing table, kita tanya tentang drawer setinggi 1 meter, lebar sekitar 90 cm, dengan nanti akan diberi cermin yang cuma akan digantung di dinding. Hitung-hitung-hitung, penjualnya kasih perkiraan harga IDR 3 Jutaan...
Jadi in total, kalau beli tiga perobot itu, akan menghabiskan dana IDR 16 Jutaan. Kok mahal banget ya? Apa karena dia ber-showroom di Belleza? Hehe, kayak ngaruh aja. Tapi, hasil discuss sama temen yang emang orang Jawa Tengah sana, kalau si penjual ambil barang untuk dijual di Jakarta, memang jatuhnya akan mahal banget. Jadi dia kasih saran untuk pesan dan beli langsung aja dari pengrajin di sana dan baru dikirimkan ke Jakarta. Jatuhnya akan lebih murah. Iya sihh, tapi tetep aja kayanya ga mungkin sampe berkurang 50%. Hwehehe...

1 comment:

  1. bagus ya yang...ga sabar ingin merasakan tempat tidur ituh...hihihi....

    ReplyDelete