18 June 2008

aku dan mamaku

kisah ini (halah..) bersambung dari cerita tentang mayestik.

jadi ceritanya, saat kemaren saya ke MUMBAY, ada seorang perempuan cantik yang ternyata kelakuannya tak secantik raganya.
kenapakah?
karena di siang bolong itu, si perempuan (sepertinya bride to be yang lagi rusuh cari bahan karena bawa kertas-kerta catatan) memarahi mamanya dengan kata-kata: DUH BETE DEH SAMA MAMA. SOK TAU BANGED SIH!! (dengan intonasi tinggi sehingga bisa didengar oleh pengunjung lain termasuk saya)

lalu si mama berusaha sabar dengan menjawab: mama salah apa sih dek?

dan entah kenapa, si perempuan malah makin jengkel mendengar jawaban mamanya. lalu si cantik membalas: DONT TALK TO ME LIKE THAT!! (dengan intonasi semakin nyolot)


Ya Tuhan...hati saya miris mendengarnya....

seumur hidup saya, baru sekali ini saya mendengar seorang anak berbicara seperti itu ke ibunya..... anak perempuan pula!

sadar ga sih perempuan itu, bahwa suatu hari ia akan menjadi seorang ibu dan merasakan beratnya mengasuh anak? kenapa sampai hati dia berkata seperti itu ke ibunya?


Temans, saya juga sering BT sama mama saya...hihi....apalagi dalam masa-masa persiapan pernikahan ini....tapi sampai matipun tak pernah saya berpikir untuk membentak mama saya sedemikian rupa...di depan umum....dengan suara yang keras pula!! TIDAK!!


kita semua -bride to be-pasti pernah ngerasain...duh mama...kenapa juga sih mesti begitu...

tapi selama ini saya selalu berusaha sabar menghadapi mama saya. gimanapun juga, saya selalu mencoba berpikir positif: ini pesta pernikahan terakhir di keluarga saya, karena adik saya laki2...jadi ga mungkin juga mengadakan pesta.

so..ya sudahlah...selama itu masih masuk akal, saya ikuti saja kemauan mama....
tapi kalau saya (dan mas dit) rasa mulai 'aneh'. kami ga segan untuk bilang tidak, namun dengan cara yang halus dan manis.

berbekal pikiran itu (plus calon suami yang sangat sangat pengertian), selama ini saya mampu meredam konflik dengan mama tercinta.

oia, buat bocoran ajah, ini beberapa hal yang pernah jadi konflik di antara saya dan mama:
1. untuk seragam panitia dan keluarga, mama 'memaksa' untuk memberikan atasan dan bahawan. jadi berupa bahan brokat dan kain batik (jarik).
tadinya saya sempet takut bakal over budget, tapi ternyata setelah survey ke perias, harga sewa kain @ 30rb sementara beli di beringharjo hanya 22rb saja. setelah acara, bisa jadi hak milik si pemakai. untuk yang satu ini saya mengAMINi mama.

2. jumlah undangan. mama 'meminta' 700 undangan dengan total tamu 1500. wakss....kalo utk yang ini dengan sangat terpaksa saya dan mas dit tidak bisa melaksanakannya. untungnya mama mau mengerti dan menerima 500 undangan. tapi buntutnya, yang 200 undangan akan diundang utk ramah tamah di rumah setelah resepsi. jadi susuna acara kami pada 7 feb 09 sbb: jam 8: pemberkatan nikah di gereja pasarminggu
jam 11: resepsi di deptan ragunan
jam 4: ramah tamah di rumah
haha...capek dehhh....
tapi gpp lag...demi menyenangkan orang tua...
utk acara yg di rumah itu, kami bikin perjanjian bahwa saya dan mas dit lepas tangan, dalam artian, kami ga ngurusin masalah printilan apapun.....hanya sebagai 'pajangan' sajah...karena kami ga punya tenaga lagi utk ngurusin 3 acara dalam satu hari.
mama-papa pun setuju! WIN WIN SOLUTION bukan? :)

3. bahan seragam.
mama ingin menyeragami semua orang...hahhahaha....
dari mulai keluarga dekat, keluarga ga terlalu dekat, teman kantor, teman Gereja, teman organisasi, dan beberapa orang lain yang sebenernya ga terlalu penting juga utk diseragamin :)
untuk yang satu ini....saya bersyukur karena saat beli brokat di SILK, harganya turunn abeshhh, sehingga bisa membeli seragam untuk banyak orang. tp untuk seragam batik bapak-bapak..huumm...masih belum tau niyh, karena belum survey ke tanah abang. untuk pembicaraan awal, mama berencana membeli 3 kodi which means 60 potong kemeja batik!!! wakkss.....mama oh mama.....


4. furniture rumah kami
ternyata mama tercinta sudah memesan perabot jati ke tetangga sebelah yang kebetulan memang supplier perabot khusus jati without asking my (or my mas dit) opinion! hihihih....
untuk yang satu ini, saya ikut ajah (daripada beli sendiri? iya gak?), tapi untuk modelnya saya akan cari2 gambar dulu..supaya modelnya up to date...:)


hmmm...rasanya baru segitu pertarungan kami.....
kenapa saya menulis ini? cuma sekedar memberi pandangan bahwa.....masa-masa persiapan ini memang berat....akan banyak pertentangan dan salah sangka...tapi gimanapun juga...mereka orang tua kita.....surga kita ada di telapak kaki mereka...apalagi ibu....
so...be patient ya girlsss.......



4 comments:

  1. Jangan jadi anak durhaka ya Ty hehe. Good luck sidangnya bu!

    ReplyDelete
  2. hiks,, terharu deh bacanya,,,
    i love my mom, meski gw jg sering banget bikin dia sedih kayanya..

    ReplyDelete
  3. iya bu...someday kita akan jadi ibu juga.....dan rasanya itu bukan hal gampang....makanya ga nyikitin hati ibu....:)

    ReplyDelete
  4. @sita

    iya sit...makasi ya....ayo cepetan nyusul! hidup sidang!!!

    ReplyDelete