28 April 2008

Wedding preparation part 4

Okelah…seragam pending dulu yah. Akhirnya mas ditto mengusulkan untuk foto pre-wedding dulu. Sebenarnya kami udah dapet photo session dari catering, tapi itu in-door. Makanya kami mau foto yang out-door. Biar di gedung nanti, ada dua jenis foto yang dipamerkan yaitu foto indoor and outdoor. Maklummmm, kami kan pasangan narsis!!!!hehehe…..

Setelah survey sana-sini (YUP! SURVEY IS A MUST!), liat-liat pameran pernikahan, sampe minta rekomendasi teman, ternyata pilihan fotografer outdoor kami, jatuh kepada adik kami sendiri!!! Hehe…

Buat apa punya adik kalo ga dimanfaatin? J kebetulan adikku ini kuliah di jurusan komunikasi visual, jadi dia dapet mata kuliah fotografi n desain grafis!!! Nah…pas banged kan?!!! Daripada bayar fotografer mahal-mahal, mending sama adik sendiri kan?

Pelajaran moral #1: MANFAATKAN SUMBER DAYA YANG ADA UNTUK MEMBANTU KELANCARAN PERNIKAHAN ANDA!!

Iya lwoh, soalnya untuk foto prewedding itu mahal. Harganya mulai dari 4juta sampai tak terhingga. Memang sih biasanya studio foto itu menyediakan jasa make-up artist, tapi teteup aja ga mampu..hehe…lagian setelah beberapa kali survey, rata-rata mereka melakukan photo session hanya dalam satu hari!!!! Kebayang ga sih buru-burunya? Jadi pagi mereka akan foto indoor, trus setelah itu langsung jalan ke luar buat foto outdoor! Itu sih alasan utamanya kami ga pake jasa studio2 itu. CAPEK BOWWW!!!! Tau sendiri kan tya ini miss ngeluh nomor satu sedunia!!! Hehe….

Tapi kalo ada yang mau pake jasa studio foto, ini fasilitas-fasilitas yang umumnya akan anda dapatkan:

- make-up and retouch untuk seharian foto

- jasa pengarah gaya

- foto kanvas ukuran 30x40cm atau lebih (2 buah)

- album digital

- free charge untuk lokasi pemotretan outdoor

nah, untuk lokasi outdoor, biasanya mereka pilih yang sekitaran Jakarta, seperti TMII, Ragunan, Kota Tua, Pantai Indah Kapuk, Ancol, atau UI Depok. Kalo yang udah di luar Jakarta seperti anyer, pulau bidadari, atau kawah putih, biasanya akan dikenakan charge tambahan., sekitar 1-3jt, tergantung studio fotonya. Semakin terkenal, semakin mahal lah harga yang harus dibayar.

Alternative lain untuk foto outdoor, ya seperti kami. Lebih murah, bisa lebih leluasa karena sama adik sendiri (leluasa protes maksudnya!hehe..), trus kita bisa milih mau di-edit seperti apa. Untuk lokasi, kebetulan kami pilih CIBODAS. Bagus yah tempatnya??? Untuk foto di sini ga dikenakan charge tambahan. Enak deh tempatnya.

Adabanyak spot bagus yang bisa dijadiin lokasi foto.

Atau kalo mau bisa juga di kebun raya bogor, tapi kalo di sini kena charge, 300rb untuk seharian. Di sana juga bagus, banyak pohon-pohon, banyak bunga n ada danau.

Atau bisa juga ke TMII. Kalo di sini ga kena charge, cukup bayar tiket masuk Rp.9rb (kalo ga salah) lalu kalian-kalian ini bisa langsung foto-foto. Atau kalo mau di salah satu musem, museum keprajuritan misalnya, cukup bayar lagi Rp.2rb (kalo ga salah juga) untuk tiket museumnya.

Atau bisa juga ke ragunan. Nah di sini lebih murah tiket masuknya. Cuma 5rb. Tapi resikonya RAME BANGED!!! Kalo mau sepi ya hari kerja, tapi kan jadi harus bolos kerja bukan?

Oia, Berkaitan dengan tema posting kali ini, ada juga sih temen yang komentar, buat apa sih foto pre-wedding? Ya kalo buat kami, banyak alasannya:

- menyalurkan bakat fotomodel kami

- untuk potfolio kami dalam rangka casting pemain sinetron di PH-PH ternama di Jakarta ini

- menunjukkan kepada khalayak ramai betapa mesranya kami

- curi-curi kesempatan untuk bisa berpegangan tangan dan berpelukan

- ajang mengasah keterampilan kami melakukan pose-pose ajaib, seperti berjalan di jalan setapak berbatu tanpa alas kaki sedikitpun, berendam di air sungai yang bersuhu 10 derajat celcius, duduk di rerumputan yang penuh dengan semut, belum lagi puluhan lintah yang berebutan minum darah dari kaki kami yang lembap!!

SERU KANH? Hehe….

Sebenernya perlu ato tidaknya foto pre-wedding tergantung kesepakatan dengan pasangan. Kalo memang perlu, ya lakukanlah, tapi kalo dirasa buang-buang waktu aja, ya ga usah. Simple kan?

hidup sudah susah,jangan bikin runyam,kita santai saja…’ (EGP-MAIA)

1 comment:

  1. Like this!
    Ajang narsisme;
    Biar ada alasan bisa foto berdu dengan gaya,kostum,dan tempat yang "gak biasa".
    #itu menurutq sih,gimana menurut mbak?

    ReplyDelete