Skip to main content

Wedding preparation part 1

akhirnya .....

Jadi…sebelum cari-cari gedung n catering n lain-lainnya, ada baiknya membahas masalah BUDGET terlebih dahulu. Di sinilah enaknya kalo udah bisa terbuka sama pasangan. Dalam kasus gw n mas ditto, kita jujur-jujuran aja siap dana berapa. Trus kita tentukan dulu gimana pembagian keuangannya. Misalnya mas ditto yang ngurusin gedung, sementara gw ngurusin kartu undangan. Jangan sampe masalah uang ini jadi bom waktu di kemudian hari. Libatkan juga orang tua, misalnya kita jujur aja kalo kita Cuma punya dana sekian n masih butuh suntikan dana (hehe…). yang terpenting juga, jangan sampe uangnya dihabisin Cuma untuk pesta sehari itu. Kehidupan setelah pernikahan jauh lebih penting dibandingkan pesta. Sebaiknya teteup menyisakan untuk tabungan.

Nah setelah pembicaran budget beres, baru tentukan tanggal dan sebagainya.

Itu persiapan teknisnya, nah kalo persiapan mental gimana?

Cukup klise yah sepertinya. Yang pasti yakinkan dulu kalau memang kita sudah siap hidup berdua. Dalam artian, kita mulai bisa menanggalkan keegoisan dan bisa menerima dia sebagai partner hidup.

Gw pernah baca tulisan editor di sebuah majalah wanita. Intinya pagi itu si editor melihat sepasang kakek-nenek yang sedang berjalan pagi berdua dan masih asyik mengobrol. Dalam tulisannya, editor itu bilang begini: ‘saya kagum melihat pasangan tersebut. Seberapa perih ya kompromi yang sudah mereka jalani? Seberapa sakit ya penyesuaian diri yang mereka lakukan? Tapi mereka masih Nampak bahagia….’

Kalo boleh jujur, tulisan itu yang membantu gw meyakinkan diri bahwa, YUP, saya rasa saya bisa menikah dengannya :)

Buat gw pernikahan itu adalah suatu bentuk kompromi seumur hidup. Nah untuk itu diperlukan komitmen dan kerja keras yang pastinya seumur hidup juga. Dari situ gw melihat sosok mas ditto ini (halah…) adalah sosok yang mampu membuat gw mau melakukan kompromi-kompromi ini..

Hal utama yang membuat gw memutuskan menerima dia sebagai teman hidupku (hwehehe..) adalah kemampuannya untuk mau terus membuka diri. Dalam artian, dia selalu mau berproses dan terbuka terhadap diskusi-diskusi yang mungkin panjang dan melelahkan. Gw membayangkan, setelah menikah nanti tentunya banyak hal yang harus dibahas dan dikompromikan dengan suami….nah dari situ gw menilai mas ditto cukup mampu untuk melakukan proses tersebut. Gw ga kebayang punya suami yang keras kepala, arogan, dan mau menang sendiri dalam menentukan sesuatu :)

To be continued…….

Comments

  1. Lagi persiapan AWAL perNikahan.
    Semoga saya dapat terinspirasi dari tulisan mbak.
    Btw,tanggal mbak nulis ini,kami baru 2 minggu berpacaran,setelah sekian lama berteman.
    Semoga memang Benar aq Patahan Tulang Rusuknya.
    Amien.
    DOAin ya mbak?:-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Uang Pangkal Sekolah

setelah dihitung2 ulang, ternyata investasi LM saya yang cuma 10 gr/tahun (200rb-an/bln)  harus direvisi nih....
hehehe...

kalo bertahan di angka tersebut, uangnya cuma bisa utk masuk TK,
sementara utk masuk SD setidaknya butuh 20gr/thn (400rb-an/bln)

hoshh...hoshh...

untuk masuk SMP lebih parah lagi...
makin ga kekejar kalo 'cuma' LM ternyata.
apalagi kalo AsPend n TaPend,
makin ga nyampe deh angkanya.
busetttt...

Menginap di caravan hotel - taman safari indonesia

Sekitar bulan februari (kalo ga salah) liat foto2 kak @sondangrp dkk camping rame2, kok kayaknya seru.

Trus jadi pengen.
Tapi pas liat rate nya, kok mahal! Haha..

Akhirnya diskusi sama ibu2 cabe rawit di grup dan keluarlah ide menginap di caravan ini.
Ratenya separuh dari tempat camping kak sondang, dan tempatnya masih berbentuk 'bangunan' jadi bisa semacam pemanasan sebelum anak2 camping beneran di tenda.
Untungnya jeng lia berbaik hati ngurusin dan booking jadi kita bisa dapet 3 caravan yang deketan (dan lokasinya enak!).

Fyi, kita booking dari maret utk menginap akhir mei ini.
Untuk rate caravan di wiken: rp. 1.050.000 include breakfast utk 4 orang. Plus kita bisa beli 4 tiket safari seharga rp. 100.000 (dari rp. 150.000).
Lumayan ya!

Dan pas akhirnya sampe sana, Aduhhh senengg deh..

Lokasinya benar2 di tengah hutan, Jadi pohon2 pinus tinggi di mana2, Ada air terjun mini, Kolam angsa, plus ada monyet dan rusa di dekat restoran.

Anak2 heboh deh liat beginian :)))

Asli ya anak…

Perpanjang paspor di BSD

Sejak akhir tahun 2015,
Mastin akhirnya menghampiri warga BSD dalam hal pengurusan paspor
(Oh ada yg ga tau mastin? Coba deh gugling dengan keyword jingle mastin.. Dijamin terngiang2... Ahahahhahaha)


Singkat  kata, per 30 desember 2015 sudah dibuka kantor imigrasi kelas 1 tangerang cabang BSD.
Lokasi di ruko golden boulevard, tepat di sebelah natasha skin care.
Kalo bapak-bapak biasanya sih tau ruko golden boulevard soalnya banyak tempat pijat plus-plus :)))))

Nah berhubung bakal pergi bistrip bulan depan sedangkan paspor habis di bulan mei, jadi tadi saya dan si ayah nyobain perpanjang paspor di ruko yang cuma sepelemparan kolor dari rumah (uhuk pamer




Sayangnya untuk layanan online dan pembuatan e-paspor belum bisa dilakukan di sini, Jadi tadi kami datang pukul 7.30 untuk ambil antrian.
Menurut petugas, dalam satu hari dibatasi 100 nomor antrian, supaya tidak terlalu chaos.
Tadi pagi sih lumayan tertib ya antrian ambil nomornya.
Setelah ambil nomor, kami isi-isi dokumen lalu duduk sa…